Virus Corona
Cara Menjalankan Isolasi Mandiri di di Rumah Serta Daftar Lengkap Vitamin yang Harus Diminum
pasien Virus Corona yang masuk dalam kategori tanpa gejala atau bergejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Ikbal Nurkarim
TRIBUNKALTIM.CO - Kasus Covid-19 melonjak secara drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan itu menyebabkan penuhnya fasilitas kesehatan.
Karena itu pasien Virus Corona yang masuk dalam kategori tanpa gejala atau bergejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Akan tetapi sebelum menjalankan isolasi mandiri ada sejumlah panduan saat menjalankan Isoman di rumah
Simak pula daftar jenis vitamin apa saja yang dikonsumsi.
Baca juga: Vitamin untuk Covid-19, Pasien Terjangkit Virus Corona Baiknya Konsumsi Jenis Ini, Perhatikan Waktu
Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, terdapat beberapa tingkatan gejala dari pasien virus corona.
Penanganan pasiennya pun juga berbeda-beda tergantung pada tingkat gejalanya.
Berikut Tribunnews rangkum berbagai tingkatan gejala pasien COVID-19, lengkap dengan panduan isolasi serta vitamin yang dibutuhkan:
a. Pasien Tanpa Gejala
- Gejala: Frekuensi napas 12-20 kali per menit, saturasi lebih besar atau sama dengan 95 persen.
- Tempat Perawatan: Isolasi mandiri di rumah, fasilitas isolasi pemerintah
- Terapi: Vitamin C, D, dan Zinc
- Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
b. Pasien Ringan
- Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), fatigue/kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia, dan nyeri tuang, nyeri tenggorokan, pilek, dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napad 12-20 kali per menit, saturasi lebih besar atau sama dengan 95 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kasus-covid-19-melonjak-92988788.jpg)