Minggu, 19 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Ubah Stigma Buruk terhadap Eks Napi, Yayasan SEKATA Beri Pelatihan Barista kepada Warga Binaan

Pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Samarinda didukung penuh oleh Yayasan SEKATA Samarinda.

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Para instruktur pelatihan Barista dari Yayasan SEKATA Samarinda sedang mendemokan cara meracik kopi ala cafe kepada para eks klien Bapas Kelas II Samarinda, Senin (5/7/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Samarinda didukung penuh oleh Yayasan SEKATA Samarinda.

Padahal Kepala Bapas Kelas II Samarinda, Herry M. Ramdan melalui Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa, Bapas Samarinda, Ali Yusuf menerangkan anggaran untuk pelaksanaan pelatihan tersebut sangatlah minim.

"Tetapi mereka (para instruktur) memberi pelatihan dengan sepenuh hati dan penuh rasa tanggung jawab," ucap Yusuf saat ditemui TribunKaltim.co di sela kegiatan pelatihan, Senin (5/7/2021).

Oleh sebab itu, lanjut Yusuf, Bapas sangat mengapresiasi niatan tulus dari yayasan tersebut untuk membantu Bapas dalam menciptakan eks klien yang memiliki bekal ketrampilan kepada warga binaan mereka.

"Tujuan kita sama yaitu menjadikan klien kita bisa kembali produktif saat bebas murni nantinya. Harapan kita kegiatan ini bisa menekan angka residivis," ucapnya.

Baca juga: Materi Barista Paling Diminati, Bapas Klas II Samarinda Gelar Pelatihan Tahap 2 dan 3

Sementara itu, Didit, salah seorang instruktur barista dari Yayasan SEKATA Samarinda menerangkan dasar mereka semangat dalam memberikan pelatihan adalah murni panggilan jiwa.

"Karena yayasan pasti bergerak di bidang sosial. Kita tidak bisa mencari keuntungan jenis apapun. Jadi kita ada di sini memang dari panggilan hati," jelas Didit.

Selain itu, lanjut Didit, antusiasme para eks klien Bapas untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi.

Hal itu menjadi pembakar spirit mereka untuk terus memberikan pelatihan.

"Kita paham apa yang mereka (eks klien Bapas) rasakan. Dimana kita tidak bisa menentang stigma sebagai mantan napi. Yang bisa kita lakukan adalah terus berkarya sehingga lambat laun pandangan orang terhadap kita bisa berubah," ucap pria yang mengaku pernah terjerumus dalam kelamnya dunia narkotika tersebut

Karena dasar itulah, Didit dan rekan-rekannya selalu siap sedia membantu Bapas dalam memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi para eks klien tersebut.

Baca juga: Bapas Klas II Samarinda Adakan Pelatihan Bagi Anak Berhadapan Hukum dan Eks Napi Kubar

"Saya lebih dulu sembuh dan berkarya dari mereka. Jadi sangat paham bagaimana rasanya saat kembali ke tengah masyarakat tanpa adanya skill sulit untuk diterima," ujarnya.

"Semoga pelatihan kita ini bermanfaat buat rekan-rekan yang masih bebas bersyarat tersebut. Saya melihat kesungguhan hati mereka untuk berubah. Karena dasarnya tidak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tuturnya.

Berita tentang Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved