Jumat, 10 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Bapas Klas II Samarinda Adakan Pelatihan Bagi Anak Berhadapan Hukum dan Eks Napi Kubar

Bapas bertanggungjawab memastikan klien binaan mereka ketika bebas bisa memiliki skill dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Bapas Klas II Samarinda
Pertemuan Kepala Bapas Klas II Samarinda Herry Muh. Ramdan (kanan), Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas Klas II Samarinda, Fitriyadi (kiri) dengan Kapolresta Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo. Pertemuan dengan tujuan yang sama juga telah dilakukan dengan Walikota Samarinda Andi Harun. HO/Bapas Klas II Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Balai Pemasyarakatan atau Bapas Klas II Samarinda, Kalimantan Timur memiliki tujuh wilayah kerja Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Mahulu, dan Samarinda sendiri.

Bapas bertanggungjawab memastikan klien binaan mereka ketika bebas bisa memiliki skill dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.

Oleh sebab itulah Bapas setiap tahun melakukan pelatihan bagi eks narapidana yang masih bebas bersyarat.

Nah mengingat wilayah kerja tidak hanya di Samarinda saja, Bapas Kelas II Samarinda juga rutin melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah kerja mereka.

Tujuannya untuk berkolaborasi dengan Pemda setempat untuk mencegah eks klien mereka kembali melakukan kejahatan yang sama atau menjadi residivis.

Baca juga: Eks Narapidana Antusias Ikut Pelatihan di Bapas Kelas II Samarinda

Seperti pertemuan Bapas Klas II Samarinda dengan Kapolresta Kutai Barat, AKBP Irwan Yuli Prasetyo, Rabu (23/6/2021).

Kepala Bapas Klas II Samarinda, Herry Muh Ramdan, melalui Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas Samarinda, Fitriyadi menerangkan bahwa pertemuan kali ini bertujuan agar Kapolresta Kubar bisa menjembatani pertemuan Bapas dengan bupati daerah tersebut.

"Jadi kita ingin mengadakan pelatihan bagi ABH (Anak yang Berhadapan dengan Hukum) dan klien dewasa yang ada di kubar," ucap Fitriyadi.

"Kita ingin bertemu Bupati agar beliau bisa mendukung penyelenggaraan pelatihan tersebut," ucap Fitriyadi kepada TribunKaltim.co, Kamis (24/6/2021).

Ia menjelaskan dasar pelatihan tersebut karena selain di Samarinda, kasus ABH di Kubar tergolong tinggi.

Baca juga: Anggaran Pelatihan Bagi Eks Narapidana Terbatas, Bapas Klas II Samarinda Akan Temui Walikota

Dijelaskannya anak-anak bermasalah tersebut kebanyakan berasal dari keluarga yang tidak harmonis dan tidak mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari keluarganya.

"Ada memang anak sebatang kara, tetapi skalanya justru sangat kecil," jelasnya.

Adi sapaan akrabnya juga menyebut para ABH tersebut semuanya anak putus sekolah dan terlibat kasus kriminal karena himpitan ekonomi.

"Nah karena itulah kita ingin melakukan pelatihan bagi mereka agar walaupun mereka putus sekolah, tetapi masih punya skill yang bisa dipergunakan saat kembali ke tengah masyarakat," terangnya.

"Kalau mereka memiliki skill, keahlian, bisa meminimalisir kembalinya mereka melakukan tindakan kriminal," lanjut Adi.

Baca juga: Bapas Klas II Samarinda Gelar Pelatihan Bagi Eks Narapidana, Bekal Cari Pekerjaan Saat Bebas

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved