Berita Samarinda Terkini
Barrier Masih Terpasang, Toko di Pasar Pagi Samarinda Sepi Pengunjung
Pemasangan barrier (pembatas beton) di kawasan Pasar Pagi, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda , Kaltim rupanya ampuh mengatasi parkir
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Pemasangan barrier (pembatas beton) di kawasan Pasar Pagi, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda , Kaltim rupanya ampuh mengatasi parkir yang mengebabkan kepadatan kendaraan di wilayah tersebut.
Meski begitu keberadaan barrier sejak beberapa bulan lalu tersebut, rupanya berdampak pada pendapatan para pelaku usaha yang berada di sepanjang jalur tersebut.
"Sepi Mba, jarang ada yang mau singgah karena malas mau lewati barrier," ucap Ina (40), salah seorang pelaku usaha di tempat tersebut.
"Orang ngira toko kita tutup," teriak pedagang lainnya dari kejauhan.
Baca juga: Tinjau Kawasan Pasar Pagi, Dishub Samarinda Sebut Ketertiban Parkir Capai 50 Persen
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Segiri, Abdul Azis mengatakan, pihaknya sudah menerima keluhan para pelaku usaha tersebut beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, lantai 1 dan 2 pasar tersebut kini lebih sepi pengunjung.
"Orang mengira tokonya tutup karena barriernya rapat. Sebenarnya bisa saja lewat di sela pembatas betonnya, tapi pengunjung rupanya enggan melakukan itu jadi mencari tempat lain," tuturnya saat ditemui TribunKaltim.Co, Rabu (7/7/2021).
Ia juga mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda untuk bersurat ke Dinas Perhubungan.
"Kita minta agar barrier bisa dibuka paling tidak setengah meter saja. Jadi ada jalan pengunjung masuk," terangnya.
"Tapi belum ada tanggapan. Semoga dalam minggu ini bisa segera direspon oleh Dishub," harapnya.
Untuk parkir sendiri, Azis menerangkan sudah ada perubahan yang cukup signifikan.
Dimana para juru parkir (jukir) sudah lebih teratur dan mau mengikuti aturan yang sudah dibuat pemerintah, agar tidak memarkirkan kendaraan pengunjung di sembarang tempat.
Baca juga: Upaya Penuhi Lahan Parkir di Pasar Pagi, Pemkot Samarinda akan Tertibkan PKL Buah
"Tinggal barrier saja yang kita harap bisa sedikit dibuka. Karena Dishub yang punya alatnya. Itu beratnya 500 kilogram, jadi tidak bisa ditangani dengan tangan kosong," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pembatas-beton-barrier-dishub-samarinda-masih-terpasang-di-depan-toko-toko-pasar-pagi.jpg)