Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

PII Rekomendasikan Beberapa Hal dalam Rencana Pembangunan IKN di Kaltim

Acara talkshow bertajuk Mengawal dan Menata Ibu Kota Negara (IKN) baru di Sepaku dan Samboja, Kalimantan Timur digelar pada Selasa (6/7/21).

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO
Tangkap layar Talkshow Uniba bertajuk Mengawal dan Menata Ibu Kota Negara (IKN) baru di Sepaku dan Samboja, Kalimantan Timur, Selasa (6/6/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Acara talkshow bertajuk Mengawal dan Menata Ibu Kota Negara (IKN) baru di Sepaku dan Samboja, Kalimantan Timur digelar pada Selasa (6/7/21).

Kegiatan ini dibarengkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Uniba bersama Pemkab PPU, UGM, Universitas Bosowa dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Ketua Umum PII Dr. Ir. Heru Dewanto, ST, M. Sc(Eng) turut memberikan pemaparan materi mengenai Optimisme Mewujudkan Ibu Kota Negara Baru.

Heru Dewanto mengemukakan, sejak tahun 2019, pihaknya telah membentuk Tim Pokja PII yang dikepalai Soelaeman Soemawinata untuk membahas mengenai IKN.

Menurut PII, pemindahan ini merupakan milestone dari era baru pengembangan kawasan maupun sentra ekonomi baru di daerah dan juga merupakan big push strategy untuk mendorong percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

Baca juga: Ikuti Talk Show Kesiapan Kaltim Menyongsong Pemindahan IKN, Isran: IKN Lambang dan Kebanggaan Bangsa

PII merekomendasikan beberapa hal yang patut dipertimbangkan dalam rencana pembangunan IKN.

"Karena dimulai dari kertas putih, maka Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadikan pembangunan IKN baru ini sebagai standar dan sentra acuan bagi ibu kota dunia lainnya. Menimbang hal tersebut, maka IKN harus dikelola secara profesional karena hal ini juga berkaitan dengan investasi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," ujarnya.

Pengambilan strategi ini, menurut PII, juga harus mempertimbangkan backward and forward linkages secara jelas.

Dari sisi inovasi teknologi, PII juga mengatakan jika pembangunan IKN ini menjadi ajang bagi para insinyur Indonesia untuk unjuk kebolehan melalui penggunaan teknologi PPVC.

"Teknik sambungan komponen PPVC ini telah dipatenkan oleh insinyur Indonesia. Dengan penggunaan metode ini, pembangunan IKN dapat dilakukan dengan cepat," jelasnya.

Baca juga: Dukung Pembangunan IKN, Uniba Lakukan Talk Show Antarlembaga Pendidikan Perguruan Tinggi

Selanjutnya, dalam upaya mendukung persiapan pembangunan tersebut, PII berencana untuk mendaftar, menyeleksi, serta mengusulkan inovasi teknologi Indonesia yang layak untuk dimanfaatkan dalam pembangunan IKN.

"PII sebagai rumah besar insinyur Indonesia yang terdiri dari semua disiplin teknik dan bidang kejuruan, siap mendukung gagasan besar ini serta menyelesaikan semua masalah teknis yang muncul secara profesional," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved