Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

Serangan Covid-19 Varian Delta Ancam 7 Provinsi di Luar Jawa, Ada 2 di Kalimantan

Selain di pula Jawa dan Bali, 7 Provinsi di luar Jawa dan Bali juga terancam seranga Covid-19 varian delta 

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Pelaksanaan tes rapid antigen acak di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Minggu (27/6/2021).2 Povinsi di Kalimantan masuk dalam wilayah yang menghadapi varina delta Covid-19 

Di beberapa daerah, terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Kasus virus corona setiap hari terus mengalami lonjakan dan terus merenggut banyak korban.

Kini masyarakat juga kembali dibuat was-was dengan kemunculan Virus Corona Varian Delta.

Varian Delta pertama kali diidentifikasi muncul di daerah India, dan sifatnya sangat mudah menular dan lebih berbahaya.

Dikutip dari forbes.com, varian delta dikenal juga sebagai B.1.617.2, menjadi jenis baru dari virus corona Covid-19.

Risiko yang ditimbulkan dari varian delta tampaknya lebih mengerikan dari virus corona pada umumnya.

Varian Delta menyumbang sekitar 25 persen kasus, meningkat setiap harinya di Kansas.

Sementara untuk di Indonesia, dilansir dari TribunNews.com, juru Bicara Covid-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyebut saat ini hampir di seluruh kota di Pulau Jawa telah ditemukan varian Delta.

"Kalau kita melihat di beberapa kota di pulau Jawa ini hampir semuanya sudah kita ketemu adanya varian Delta," ujar Nadia dalam diskusi virtual, Selasa (29/6/2021).

Ia melanjutkan, hal ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat kenaikan kasus Indonesia ini cukup signifikan bila dibandingkan situasi di bulan Desember sampai dengan Januari.

"Kita lihat ini bulan itu seperti DKI Jakarta, daerah jumlah tertinggi bahkan dua kali lipat dari jumlah yang sebelumnya ditemukan di Desember dan Januari," ungkapnya.

Varian delta sendiri dalam sejumlah penelitian dinyatakan memiliki sifat yang mudah menular.

Dilaporkan kecepatan varian B.1617 ini memiliki kecepatan penularan 6 kali lebih cepat bila dibandingkan varian Alfa.

"Varian baru lebih cepat menular dan kita tahu bahwa varian baru ini memang kecepatan penularannya itu bisa 6 kali dari varian Alfa. Jadi ini yang tentunya membuat peningkatan kasus kita berjalan secara eksponensial. Kita bisa lihat sekarang penemuan kasus kan menyentuh angka 20 ribu, 21 ribu, di atas 15 ribu beberapa hari ini," jelas perempuan berhijab ini.

Baca juga: Satu Nakes di RSUD Akhmad Berahim KTT Reaktif Covid-19, Poli Kandungan Terpaksa Ditutup

Meski demikian, belum ada bukti ilmiah bahwa varian delta dapat menurunkan tingkat efikasi vaksin yang ada seperti Sinovac maupun AstraZeneca.

"Belum ditemukan bukti yang cukup ya bahwa varian Delta ini kemudian menyebabkan terjadinya pengurangan dari efikasi vaksin," kata dr. Nadia.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved