Jumat, 17 April 2026

Virus Corona di Samarinda

Rumah Sakit Samarinda Medika Citra Dikabarkan tak Menerima Pasien, Pihak Manajemen Angkat Bicara

Beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
HO/SMC
Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) dikabarkan penuh karena pandemi Covid-19 yang kasusnya terus meningkat, Jumat (9/7/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur.

Bahkan data terkini yang diperoleh TribunKaltim.co Kamis 8 Juli 2021, terjadi tambahan sekitar 979 kasus Covid-19.

Bahkan beberapa rumah sakit di Kalimantan Timur pun dikabarkan penuh.

Hal tersebut juga dirasakan Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC).

Baca juga: Polresta Samarinda Awasi Ketat Harga Tabung Oksigen dan Obat-Obatan Covid-19 di Luar HET

Rumah Sakit yang berlokasi di Jl. Kadrie Oening, Kota Samarinda ini dikabarkan penuh.

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak manajemen Rumah Sakit Samarinda Medika Citra.

Disampaikan oleh Manager Marketing Public Relations, Langoday Aldo, Jumat (9/7/2022) menjelaskan kepada TribunKaltim.co.

Dia mengatakan, tempat tidur untuk pasien Covid-19 penuh selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Polresta Samarinda Disemprot Disinfektan Cegah Sebaran Covid-19

"Dalam tiga hari terakhir bed rumah sakit SMC khusus Covid-19, cenderung penuh," kata Langoday Aldo.

Tujuan Menolak Pasien Baru

Ia mengatakan, kapasitas ranjang tempat tidur untuk pasien Covid-19 sebanyak 34 unit.

Dengan penuhnya tempat tidur tersebut, berdampak pada pasokan obat-obatan di rumah sakit tersebut.

Karena itu, agar pasokan obat-obatan tetap terjaga, maka pihak rumah sakit menolak memasukkan pasien baru.

Namun, Langoday, memastikan pasokan oksigen masih cukup aman untuk melayani pasien yang dirawat di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra.

Baca juga: Digelar di Masa Pandemi Covid-19, Puslatda di Samarinda Dipastikan Perketat Protokol Kesehatan

Terkait dalam jangka waktu berapa lama penolakan pasien baru, Langoday masih belum bisa memastikan.

"Belum dapat diprediksi. Yang pasti menunggu ketersediaan obat anti virus untuk pelayanan medis," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved