Virus Corona
6 Cara Penanganan Gejala Ringan Pasien Covid-19, Perhatikan Vitamin yang Diminum
Orang yang terpapar Covid-19 akan mengalami berbagai gejala, mulai dari gejala ringan hingga berat.
TRIBUNKALTIM.CO - Lonjakan kasus Covid-19 terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi ini membuat sejumlah fasilitas kesehatan dipenuhi pasien positif Virus Corona.
Karena itu pasien tanpa gejala atau gejala ringan diarahkan untuk melaksanakan isolasi mendiri di rumah.
Lantas bagaimana pasien yang terkena gejala ringan Covid-19 serta cara menanganinya
Seseorang dapat dengan mudah terinfeksi Covid-19 melalui droplet.
Baca juga: NEWS VIDEO Warganet Sebut Ambulans Pembawa Jenazah Covid-19 di Samarinda Dalam Keadaan Kosong
Orang yang terpapar Covid-19 akan mengalami berbagai gejala, mulai dari gejala ringan hingga berat.
Melansir dari Tribunnews dalam artikel berjudul Gejala Ringan Covid-19 Dilengkapi Cara Penanganannya Gejala dapat muncul 2 sampai 14 hari setelah seseorang terpapar virus.
Kebanyakan orang yang mengalami gejala ringan dapat sembuh dengan sendirinya.
Sementara orang yang mengalami gejala parah, biasanya mengalami kesulitan bernapas.
Namun, tidak sedikit orang yang tidak mengalami gejala apapun ketika terinfeksi Covid-19.
Berikut ini gejala ringan Covid-19 atau gejala yang paling umum, dikutip dari WebMD:
- Demam atau kedinginan
- Batuk kering dan sesak napas
- Merasa sangat lelah
- Nyeri otot atau tubuh
- Sakit kepala
- Hilangnya rasa atau bau
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau pilek
- Mual atau muntah
- Diare
Adapun gejala berat Covid-19 sebagai berikut:
- Kesulitan bernapas
- Rasa sakit atau tekanan konstan di dada Anda
- Bibir atau wajah kebiruan
- Kebingungan tiba-tiba
- Sulit untuk tetap terjaga
Baca juga: Ibu Hamil Positif Covid-19 di Jatim, Ditolak Rumah Sakit Hingga Bupati Turun Tangan Berakhir Bahagia
Jika Anda mengalami gejala di atas, maka harus segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Merasa Memiliki Gejala Ringan?
Jika Anda merasakan gejala Covid-19 ringan, lakukan hari berikut:
1. Tetap di rumah kecuali Anda membutuhkan perawatan medis.
Jika Anda memang perlu masuk, hubungi dokter atau rumah sakit Anda terlebih dahulu untuk mendapatkan panduan.
2. Beritahu dokter tentang penyakit Anda
Jika Anda berisiko tinggi mengalami komplikasi karena usia atau kondisi kesehatan lainnya, mereka mungkin memiliki lebih banyak instruksi.
3. Mengisolasi diri
Ini artinya Anda harus menjauh dari orang lain, bahkan anggota keluarga.
Anda bisa gunakan kamar terpisah dengan anggota keluarga lainnya.
4. Kenakan penutup wajah kain jika Anda harus berada di sekitar orang lain
Ini termasuk orang-orang yang tinggal dengan Anda.
Jika masker membuat Anda sulit bernapas, jaga jarak setidaknya 6 kaki dari orang lain dan tutup mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin.
Setelah itu, cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik.
5. Istirahat, dan minum banyak cairan
Obat-obatan yang dijual bebas dapat membantu Anda merasa lebih baik.
Jika Anda memiliki gejala yang lebih ringan seperti demam, sesak napas, atau batuk:
6. Memperhatikan gejala yang Anda rasakan
Jika Anda mereka kondisi semakin buruk, maka perlu mendapatkan bantuan medis segera.
Baca juga: Anies Baswedan Beri Hasil Survei Covid-19 ke Menkes & Luhut Pandjaitan, 4,7 Juta Warga DKI Terpapar
Vitamin yang dikonsumsi
Meminum vitamin dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, utamanya saat pandemi Covid-19 sekarang ini.
Misalnya vitamin C, yang kini jadi salah satu vitamin yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat guna menambah daya tahan tubuh.
Vitamin C jadi sumber penambah imun yang paling umum dan mudah ditemukan.
Tapi, kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk minum vitamin C agar lebih efektif menambah daya tahan tubuh.
Lalu bagaimana dengan pasien Covid-19? tetapkah harus mengkomsumsi vitamin?
Pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri tetap harus mengonsumsi obat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Lantas, apa saja vitamin yang perlu dikonsumsi oleh pasien Covid-19 selama isolasi mandiri?
Bagi orang positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri, selain mengonsumsi obat dari dokter, juga perlu mencukupi asupan vitamin.
Tujuannya agar daya tahan tubuh selama terinfeksi virus corona dapat segera pulih kembali.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Pasar Kemis, dr Kiki Maharani, SpPD, mengatakan bahwa vitamin yang perlu dikonsumsi haruslah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
"Kalau hanya sebagai antisipasi, maka vitamin C dan vitamin D saja sudah cukup. Tetapi, kalau (pasien Covid-19) sudah mengalami isolasi mandiri, maka vitamin yang dibutuhkan akan lebih banyak," jelas dr Kiki kepada Kompas.com, Sabtu (26/6/2021).
Pada dasarnya, jenis vitamin yang dibutuhkan tubuh, baik pada orang biasa maupun mereka yang terinfeksi Covid-19, adalah sama.
"Vitamin untuk isolasi mandiri, sebenarnya yang antioksidan. Seperti vitamin C, vitamin D, atau vitamin E, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita," kata dr Kiki.
Kendati jenis vitaminnya sama, tetapi pada pasien Covid-19 atau mereka yang positif Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri, dosis vitamin yang dikonsumsi jauh berbeda.
Dr Kiki mengungkapkan bahwa pada orang biasa, untuk mencukupi kebutuhan vitamin hariannya, misal dosis vitamin C, cukup dengan 1 kali 500 mg.
"Tapi vitamin untuk pasien Covid-19, kebutuhan vitamin C, dosisnya bisa 2 kali 500 mg, atau vitamin D yang 1000 IU. Jadi dosisnya saja yang berbeda," jelas dr Kiki.
Probiotik di masa isolasi mandiri Tak hanya vitamin yang dibutuhkan tubuh, terutama bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
Dr Kiki mengungkapkan selain vitamin, probiotik juga penting untuk pemulihan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.
"Probiotik sangat perlu bagi orang-orang yang isolasi mandiri," kata dia.
Lebih lanjut dr Kiki menjelaskan bahwa prebiotik bekerja pada usus.
Virus corona penyebab Covid-19 tidak hanya menyebar dalam aerosol di udara, tetapi juga bisa mengontaminasi makanan.
"Jadi saat kita makan, makanan kita dihinggapi virus, lalu virus pun bisa masuk ke saluran cerna. Makanya, kadang-kadang (orang positif Covid-19) ada yang mual atau muntah, bahkan diare," jelas dr Kiki.
Baca juga: Anies Baswedan dalam Masalah, Separuh Warganya Terpapar Covid-19, Simak Harapan Gubernur DKI Jakarta
Oleh sebab itu, selama menjalani isolasi mandiri, vitamin C dan vitamin D yang cukup, ataupun prebiotik sangat penting dalam memulihkan daya tahan tubuh.
"Prebiotik sangat perlu untuk mempertahankan flora usus kita dari infeksi yang dapat ditimbulkan oleh virus Covid-19," imbuh dr Kiki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gejala-virus-corona-978998233.jpg)