Breaking News:

Virus Corona di Kukar

Klaster Keluarga dan Pelaku Perjalanan Jadi Penyumbang Kasus Positif Covid-19 di Kukar

Beberapa klaster turut menyumbang pada kasus Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), salah satunya klaster keluarga dan pelaku perjalanan

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Dandim 0906/Kutai Kartanegara sekaligus Koordinator Utama Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling.TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG- Sejumlah klaster turut menyumbang pada kasus Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), salah satunya klaster keluarga dan pelaku perjalanan.

Hal itu diungkapkan Koordinator Utama Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Kukar, Letkol (Inf) Charles Alling saat diwawancari wartawan belum lama ini.

Dia menyebutkan, salah satu klaster yang paling mendominasi pada kasus Covid-19 di Kukar berasal dari klaster keluarga.

“Kalau kita lihat saat ini kecenderungan klaster keluarga ini yang banyak,” ujar Alling.

Baca juga: Benarkah PPKM Darurat Bakal Diperpanjang Sampai 6 Minggu? Simak Kata Pemerintah

Dikatakan Alling, selain klaster keluarga, pelaku perjalanan juga menyumbang angka positif Covid-19 di Kukar dan diduga warga yang usai bepergian dari luar kota.

“Pelaku perjalanan juga menyuplai angka keterpaparan positif kita, dicek ternyata positif,” terangnya.

Bahkan ucap dia, dari kalangan karyawan migas dan tambang juga banyak yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kukar.

Untuk itu, pihaknya tegas melakukan pembatasan mobilitas melalui pos-pos penyekatan PPKM Mikro diperketat yang ada di Kukar.

“Saya juga mengimbau agar masyarakat tak keluar rumah dulu jika memang tidak terlalu penting,” imbaunya.

Alling membeberkan, untuk daerah penyumbang angka terkonfirmasi positif didominasi dari beberapa tempat dari kecamatan-kecamatan. Dari 18 Kecamatan yang ada, paling banyak dari Kecamatan Tenggarong.

“Yang paling banyak memang di Tenggarong sendiri ya,” bebernya.

Dirinya berharap, selama PPKM ini dirinya menginginkan petugas menjalankan fungsinya dengan tetap bersikap humanis sehingga terhindar dari konflik atau gesekan di masyarakat.

Berangkat dari pengalaman di Jakarta dan Jawa, kan banyak sekali gesekan-gesekan dengan masyarakat,” tutupnya.

Baca juga: Penerapan PPKM Darurat, Pelayanan Puspaga Tutup Sementara di Berau

Ia juga menegaskan, tidak ada sanksi yang bersifat nomonal selama pelaksanaan PPKM tersebut, diakuinya pihaknya tetap menerapkan sanksi sosial bagi para pelanggar.

“Nggak ada sanksi dalam bentuk nominal. Memberikan pembelajaran yang baik, kita hrus tegas tapi tidak juga lemah, menerapkan langkah-langkah yang humanis,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved