Berita Nasional Terkini
Penjelasan Kemensos soal Ancaman Risma Pindahkan Pegawai, Hanya Motivasi dan Pelecut Semangat
Menteri Sosial Tri Rismaharini memotivasi jajaran Kementerian Sosial agar berani bekerja dengan keluar dari zona nyaman.
TRIBUNKALTIM. CO - Pernyataan Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang mengancam memindahkan pegawai menuai sorotan.
Ketika itu wanita yang akrab disapa Risma itu memarahi ASN di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung pada Selasa (13/7/2021).
Saat memarahi para ASN, Risma mengancam akan memindahkan mereka yang malas ke Papua.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Raden Harry Hikmat, memberikan klarifikasi.
Menurut Raden Harry Hikmat, Menteri Sosial Tri Rismaharini memotivasi jajaran Kementerian Sosial agar berani bekerja dengan keluar dari zona nyaman.
Baca juga: Mensos Risma Siapkan BST 2021 Jelang PPKM Darurat, Kabarnya Minggu Depan Cair Rp300 Ribu
Mensos melecut semangat pegawai agar peka dan lebih fokus melayani masyarakat di masa kedaruratan seperti saat ini.
Raden Harry Hikmat, melanjutkan dalam memotivasi jajarannya tersebut, Mensos mengistilahkan "pergi ke Papua" dalam kunjungan kerjanya kemarin, Selasa (13/7/2021) di Dapur Umum Balai Sosial Wyata Guna Bandung.
Menurut dia, ini merupakan upaya meningkatkan empati pegawai terhadap kondisi terkini masyarakat.
Tujuannya agar pegawai mampu bekerja dengan hati, harus keluar dari zona nyaman terlebih dahulu.
"Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia.
Baca juga: INI CARA CEK Bansos PPKM Darurat 2021 di Link cekbansos.kemensos.go.id secara Online, Bisa Lewat HP
Seluruh pegawai harus mampu keluar dari zona nyaman, meninggalkan keluarga dan kenyamanan rutinitas yang dialami sehari-hari, untuk berperan mengatasi masalah sosial dari Aceh sampai Papua," kata Harry Hikmat.
Arahan Bu Risma dalam kunjungan kerjanya kemarin, harus dimaknai sebagai cambuk untuk seluruh jajaran Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI.
Apalagi dalam kunjungan tersebut sempat Balai menyuguhkan hiburan dan hiasan yang tidak perlu dalam kondisi kedaruratan.
"Kami harus belajar dari relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) bagaimana cara mengoperasikan dapur umum," ujar Harry Hikmat.
Baca juga: Mensos Risma Siapkan BST 2021 Jelang PPKM Darurat, Kabarnya Minggu Depan Cair Rp300 Ribu
Dapur umum di Balai Wyata Guna Bandung ini diterapkan di beberapa balai sosial lain yang juga membuka dapur umum.