Virus Corona

Memiliki Kontak Erat dengan Orang Terkonfirmasi Covid-19? Dokter Beberkan Hal yang Perlu Dilakukan

Tes Covid-19 yang dilakukan secara langsung setelah kontak dengan orang terkonfirmasi Covid-19 bisa saja tidak menunjukan hasil positif.

Editor: Ikbal Nurkarim
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Ilustrasi, Pihak Satgas Covid-19 kelurahan bersama dengan Puskesmas Bugis melakukan kunjungan ke pasien isolasi mandiri, kontak erat dengan orang terkonfirmasi Covid-19, dokter beberkan hal yang perlu dilakukan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan jumlah kasus.

Bahkan munculnya klaster rumah tangga membuat penyebaran virus Corona ini semakin parah.

Tak sedikit orang yang menjadi was-was saat kontak dengan pasien terpapar Covid-19.

Bila Anda mendapat kabar bahwa kerabat yang belum lama Anda temui terkonfirmasi Covid-19, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

Baca juga: Rektor Uniba Dr Isradi Zainal Tawarkan Sinergy Pentahelix Dalam Menangani Covid-19

Dilansir dari TribunJakarta.com dengan judul artikel Inilah yang Perlu Dilakukan Jika Anda Merasa Telah Kontak Erat Dengan Orang Terkonfirmasi Covid-19,  Dokter Spesialis Paru Nila Kartika Ratna mengatakan, Anda perlu waspada.

Sebab, tes Covid-19 yang dilakukan secara langsung setelah kontak dengan orang terkonfirmasi Covid-19 bisa saja tidak menunjukan hasil positif.

Hal ini karena masa inkubasi virus yang membutuhkan waktu sekitar dua hingga 14 hari.

"Sebenarnya antigen itu, naik nilainya paling tinggi di hari kelima setelah kontak. Jadi kalau kita hari ini kontak, hari ini langsung tes belum tentu hasilnya positif. Jadi kalau hasil tes negatif jangan senang dulu, karena masa inkubasi dari penyakit ini mulai dari 2 sampai 14 hari," kata dia dalam webinar edukasi PDPOTJI, Sabtu (17/7/2021).

Kendati begitu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan jika Anda merasa telah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Diantaranya, adalah karantina mandiri. Karantina mandiri dilakukan untuk mengurangi resiko penularan.

Memang, orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 belum tentu terpapar. Namun karantina mandiri perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Baca juga: Balikpapan Zona Merah, Satgas Catat Ratusan Kasus Positif Covid-19 Setiap Hari

Bila tertular, tidak menularkan kepada yang lain. Masa karantina ini dilakukan setidaknya selama masa inkubasi virus.

"Dari Kemenkes, ada aturan jadi hari pertama kontak erat, dites negatif, harus karantina sampai 5 hari lalu dites ulang dari PCR atau antigen. Kalau misalnya negatif, karantina selesai, tapi kalau positif terbukti, isolasi," tuturnya.

Jika hasil tes Covid-19 selanjutnya menunjukan positif, maka Anda harus melakukan isolasi mandiri.

Berbeda dengan karantina, isolasi mandiri dilakukan untuk orang yang sudah terkonfirmasi Covid-19 agar memisahkan diri dari orang yang sehat.

Namun, tidak semua pasien Covid-19 boleh melakukan isolasi mandiri.

Hal ini disesuaikan dengan kondisi keparahan dari setiap pasien.

Beberapa katagori orang yang boleh melakukan isolasi mandiri, seperti orang tanpa gejala (OTG), pasien yang positif Covid-19 dengan gejala yang ringan, atau pasien positif Covid-19 tanpa memiliki penyakit penyerta.

"Kalau isolasi ini, selama pasien tersebut masih ada gejala. Kalau untuk OTG, boleh isoman 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis terkonfirmasi. Jadi dari mulai dikatakan positif sampai selesai masa isolasi, itu 10 hari,"

"Namun untuk yang dengan gejala, harus ditambah 3 hari bebas gejala dulu, baru bisa lepas dari masa isolasi," imbuhnya.

Baca juga: FKT Malinau Keluhkan BDR Hingga Penanganan Covid-19, Minta Kejadian Tidak Berulang

Untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, perlu memperhatikan beberapa hal. Salah satunya, adalah kondisi rumah yang harus memenuhi syarat untuk isolasi mandiri.

Pastikan ruangan isolasi memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Orang yang menjalani isolasi mandiri harus berada di dalam kamar yang terpisah dari orang yang sehat.

Usahakan agar memiliki kamar mandi yang terpisah. Jika tidak ada, maka lakukan disinfektan secara rutin.

Perbedaan gejala umum virus corona dengan varian delta

Dikutip dari who.int, gejala virus corona yang paling umum hingga yang parah:

- Demam

- Batuk kering

- Kelelahan

- Kehilangan rasa atau bau

- Hidung tersumbat

- Konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah)

- Sakit tenggorokan

- Sakit kepala

Baca juga: Jangan Asal Pilih Vitamin dan Obat untuk Covid-19, Berikut 4 Hal Harus Diperhatikan

- Nyeri otot atau sendi

- Berbagai jenis ruam kulit

- Mual atau muntah

- Diare

- Menggigil atau pusing

- Sesak napas

- Kehilangan selera makan

- Kebingungan

- Nyeri atau tekanan terus-menerus di dada

- Suhu tinggi (di atas 38 °C)

Gejala Varian Delta/tanda covid delta

- Sakit perut

- Hilangnya selera makan

- Muntah

- Mual

- Nyeri sendi

Baca juga: Inilah Sindiran Telak WHO ke Indonesia, Akhirnya Jokowi Batalkan Program Vaksin Covid-19 Berbayar

- Gangguan pendengaran

- Sakit kepala

- Sakit tenggorokan

- Pilek Demam

Selain informasi gejala awal Covid Delta atau ciri-ciri Covid varian baru, simak juga informasi penting lainnya.

Jika Anda mengalami gejala-gejala COVID-19, sebaiknya segera lakukan Isolasi Mandiri.

Dalam Instagram resminya Kementerian Kesehatan dituliskan bahwa isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari sejak dinyatakan terjangkit COVID-19.

Jika tidak berkurang, tambahkan waktu isolasi selama 3 hari hingga Anda terbebas dari gejala demam dan gangguan pernapasan.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, berikut ketentuan melakukan Isolasi/Karantina Mandiri:

- Ventilasi dan pencahayaan yang baik

- Kamar mandi terpisah, tetapi jika tidak teredia lakukan desinfeksi rutin pada permukaan yang sering disentuh

- Kamar tidur terpisah

- Hindari kontak dengan orang lain serta tidak bepergian dan tidak menerima tamu

- Gunakan masker dengan benar

- Cuci tangan dengan sabun

- Jaga jarak

- Disinfeksi/bersihkan permukaan dengan disinfeksi secara berkala

- Tangani sampah dengan hati-hati

- Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)

- Pemantauan harian gejala

- Berkoordinasi dengan puskesmas

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Pasien Covid-19 saat Menjalankan Isolasi Mandiri

- Jika muncul gejala yang semakin parah segera lapor petugas

- Orang yang merawat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M.

Untuk mengatasi agar virus tidak terus tersebar, WHO juga menyarankan agar masyarakat mau melakukan vaksin.

Dikutip dari who.int, Vaksin berguna untuk mengatasi penularan terus terjadi, namun masyarakat dianjurkan juga untuk terus mengenakan masker, membersihkan tangan, memastikan ventilasi yang baik di dalam ruangan, menjaga jarak secara fisik, dan menghindari keramaian.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, selain virus corona jenis baru varian delta, masyarakat juga perlu mewaspadai varian B.1.1.7 atau varian Inggris dan varian B.1.3.5.1.

Tingkat penularan dari varian baru Covid-19 di Indonesia mencapai 36 hingga 75 persen.

Maka Kementerian Kesehatan menghimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas dengan tetap berada di rumah dan mematuh aturan protokol kesehatan yang berlaku. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved