Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Cara Pemilik Seliny Cake and Bakery Bertahan di Tengah Pandemi, Andalkan Keberanian dan Strategi

Bisnis kuliner memang tak ada matinya. Meskipun harus terseok-seok, pemilik Seliny Cake and Bakery mampu membuktikan manis getir pengalamannya selama

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Seliny Cake and Bakery termasuk usaha kuliner di Balikpapan yang mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Buns Burger menjadi produk unggulan yang diproduksi mitra usaha dari Pertamina tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bisnis kuliner memang tak ada matinya.

Meskipun harus terseok-seok, pemilik Seliny Cake and Bakery di Balikpapan, Nirra Wang mampu membuktikan manis getir pengalamannya selama belasan tahun berkecimpung di bidang bakery, tidak mampu terkalahkan oleh pandemi Covid-19.

Nirra Wang telah menggeluti usaha ini selama 15 tahun terakhir.

Ia sendiri merupakan mantan tenaga pengajar dan chef di salah satu perusahaan ingredient food, sebelum akhirnya memutuskan untuk memiliki bisnis bakery sendiri.

"Saya sebenarnya mendapat gelar chef bukan dari sekolah formal. Jadi dulu saat masih bekerja di perusahaan tersebut, saya sudah berulang kali diikutkan dalam pelatihan bakery di beberapa negara seperti Jepang dan Thailand, sampai akhirnya mendapatkan kesempatan training sertifikasi chef," kenangnya.

Baca juga: Tak Perlu Jauh ke Belanda, Nikmati Sensasi Lumer Kue Kelapa di Rumah Klappertaart Belanda Meymey

Berdasarkan kualifikasi ini dan didukung oleh sahabatnya yang telah terlebih dahulu sukses di bisnis bakery, Nirra pun mengambil keputusan berani untuk memulai bisnis tersebut 6 tahun lalu.

"Alasan saya memilih untuk menekuni bisnis bakery sendiri, karena kita bisa mengatur pengeluaran, pendapatan, dan menu yang ingin kita sajikan. Lagipula dengan berbisnis, saya jadi lebih banyak memiliki waktu bersama keluarga di rumah," ungkapnya.

Seliny Cake and Bakery sendiri merupakan toko kue yang menyediakan variasi roti manis dan buns burger.

Mengaku belum memiliki store sendiri, Nirra dan keluarganya memproduksi dan melakukan penjualan dari rumah mereka.

"Karena kebetulan bisnis ini cenderung bergerak di bidang suplai dan distribusi buns untuk penjual burger. Kalaupun menjual varian roti manis dan roti tawar, biasanya kami hanya melakukannya di sekitar rumah saja," jelasnya.

Berkat keberaniannya untuk menekuni bisnis tersebut, Nirra mengaku jika ia mampu memproduksi hingga 2.000 bun untuk 20 pelanggan tetapnya.

Baca juga: Cara Bikin Kue Pancong, Cocok Jadi Camilan Sore yang Sangat Mudah Membuatnya

Dibanderol mulai dari harga Rp 2.000 per buns, Nirra mampu meraup hingga jutaan rupiah per hari.

Ia mengaku bersyukur, karena sejak setahun terakhir ia terpilih dan berkesempatan menjadi mitra bisnis Pertamina.

"Saya pribadi yakin, kerja keras yang didukung dengan strategi bisnis yang baik, tentu akan memberikan hasil yang baik juga. Bahkan di tengah pandemi ini. Meskipun memang produksi sempat mengalami penurunan drastis, namun bersyukur kami masih bisa bertahan hingga sekarang," kata Nirra. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved