Kamis, 21 Mei 2026

Olimpiade

FAKTA Unik Cabor Angkat Besi di Olimpiade Tokyo 2020: Kaburnya Atlet Uganda hingga Target Indonesia

Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
KOMPAS.com/PIPIT PUSPITA RINI
OLIMPIADE TOKYO 2020 - Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berpose dengan medali perak yang diperolehnya di kelas 62 kg pada Olimpiade Rio 2016 di Riocentro Pavilion 2, Selasa (9/8/2016). Simak sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda di dalam artikel 

TRIBUNKALTIM.CO - Angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang diikuti Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Sebanyak 5 orang atlet angkat besi Indonesia akan berlaga di ajang tersebut. 

Siapa saja mereka? Simak profil Atlet angkat besi Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 dan informasi menarik lainnya di dalam artikel. 

Selain itu, simak juga sejumlah fakta unik cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020, mulai dari target Indonesia hingga kaburnya atlet Uganda.

Baca juga: INI Profil Atlet Angkat Besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan hingga Deni Baca

Indonesia belum pernah meraih medali emas

Dikutip dari Kompas.com, sejak pertama kali berpartisipasi pada 1952, cabang angkat besi Indonesia belum pernah meraih medali emas.

Sejauh ini (hingga Olimpiade 2016), cabang angkat besi Indonesia total telah menyumbangkan 12 medali, yakni 6 perak dan 6 perunggu.

Adapun pada Olimpiade Tokyo 2020, ada lima atlet angkat besi yang bakal tampil di pesta olaharaga internasional terbesar itu. 

Kelima atlet angkat besi Indonesia itu terdiri dari tiga lifter putra, yakni Eko Yuli Irawan (61 kg), Deni (67 kg), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg).

Kemudian dua lifter putri yakni Windy Cantik Aisah (49 kg) dan Nurul Akmal (+87 kg).

Mereka akan berjuang memperebutkan medali di Olimpiade Musim Panas 2020 itu.

Olimpiade Tokyo 2020 akan mulai bergulir pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Atlet Angkat Besi Kaltim Latihan Mandiri Dengan Barbel Terbuat Dari Semen

Pelatih Angkat Besi Indonesia: Semoga Lifter Kita Ada Peluang Raih Medali di Olimpiade Tokyo

Kontingen Indonesia pun telah mematangkan diri, bahkan satu kontingen berangkat terlebih dulu ke Jepang yaitu kontingen bulu tangkis.

Satu kontingen lain yang jadi andalan meraih medali yakni angkat besi.

Dari catatan yang ada, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Pelatih Angkat Besi Indonesia: Semoga Lifter Kita Ada Peluang Raih Medali di Olimpiade Tokyo, atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan tak henti menyumbangkan medali Olimpiade, terakhir adalah medali perak di Olimpiade Rio 2016 lalu.

Pada Olimpiade Tokyo, lima atlet angkat besi Indonesia pun siap mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, yaitu Eko Yuli, Rahmat Erwin Abdullah, Windy Cantika, dan Nurul Akmal.

Meski Joko Pramono selaku wakil ketua umum pengurus besar persatuan angkat besi seluruh Indonesia (PB PAPSI), mengatakan angkat besi tanpa target di Olimpiade Tokyo, namun ternyata ada misi tersembunyi disana.

Hal ini dijelaskan olah pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja.

"Memang atlet tidak dipatok harus meraih medali apa (tanpa memberi beban), namun ini adalah olahraga terukur. Insya Allah ada peluang untuk meraih medali," ujar pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, Selasa (13/7/2021).

Melalui statistik yang ada, ia tak menapik Eko Yuli Irawan di nomor 61 Kg menjadi unggulan pertama Indonesia untuk memberikan keping medali Olimpiade, dan kini pilihannya tergantung pada pemain sendiri, apakah mampu meraih keping emas, perak atau perunggu.

Andalan kedua ada pada Windy di nomor 49 Kg, Deni di nomor 67 Kg.

Bukan berarti Rahmat dan Nurul dikesampingkan. Semua atlet diberikan pesan khusus untuk memberikan yang terbaik.

"Mereka punya enam kali kesempatan angkatan, dimana hasil akan ditotal. Jadi kesempatan itu yang mesti dimaksimalkan agar berhasil," tambah Dirdja.

Seperti diketahui, dalam cabang angkat besi dikenal dua jenis angkatan yakni Snatch dan Clean & jerk, dimana setiap angkatan diberikan kesempatan tiga kali angkatan untuk masing-masing kelasnya.

Atlet Angkat Besi asal Uganda Kabur Jelang Olimpiade Tokyo 2021, Tinggalkan Catatan bagi Rekannya

Seorang atlet angkat besi dari Uganda dilaporkan menghilang dari tempatnya menginap jelang Olimpiade Tokyo 2021.

Atlet yang bernama Julius Ssekitoleko itu meninggalkan secarik catatan bagi rekan-rekannya sebelum meninggalkan tempat penginapan.

Julius menuliskan tak ingin kembali ke negaranya.

Kondisi kehidupan yang serba sulit di Uganda membuatnya melakukan hal nekat tersebut.

Ia mengaku ingin mencari kerja di Jepang, sebagaimana dikutip dari laman Kyodo News.

Selain itu, atlet angkat besi berusia 20 tahun itu meminta pihak delegasi Uganda untuk memberikan barang-barangnya kepada istrinya yang berada di rumah.

Untuk diketahui, delegasi Uganda di Olimpiade Tokyo 2021 menginap di Izumisano, Prefektur Osaka.

Julius tak berada di tempat setelah sampel air liur untuk kepentingan tes Covid-19 miliknya tak ada.

Regulasi di Olimpiade Tokyo 2021 mengharuskan para perwakilan menjalani tes Covid-19 hampir setiap hari.

Rekan senegara Julius yang mencoba mengecek keberadaanya dibuat kaget dengan kosongnya ruangan sang atlet.

Penyelidikan lebih lanjut mengindikasikan Julius membeli tiket kereta super cepat, Shinkansen, ke Nagoya.

Pada kawasan Nagoya teradapat kurang lebih 150 orang Uganda yang bermukim di sana.

Chef de Mission (CdM) Uganda untuk Olimpiade Tokyo 2021, Beatrice Ayikoru, membenarkan berita menghilangnya Julius.

Ia menuturkan seharusnya Julius dan pelatihnya akan kembali ke Uganda pada hari Selasa mendatang.

"Kami, dalam sesi briefing di Uganda dan Jepang, menekankan untuk menghormati regulasi yang ada di Jepang," ungkap Beatrice, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Atlet Angkat Besi asal Uganda Kabur Jelang Olimpiade Tokyo 2021, Tinggalkan Catatan bagi Rekannya.

"Dan seharusnya (Julius) tak meninggalkan tempat penginapan tanpa izin dari pihak terkait," sambungnya.

Julius sejatinya sempat menjawab panggilan telepon yang berasal dari rekannya.

Namun, ia buru-buru mematikan panggilan tersebut karena tidak ingin membicarakan apapun.

Delegasi Uganda mendapati beberapa kasus positif Covid-19 begitu tiba di Jepang.

Identitas dari anggota tim Uganda yang positif Covid-19 dirahasiakan karena masalah privasi.

Berikut adalah profil lima atlet angkat besi Indonesia yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Dapat Wild Card, PABBSI Kaltim Pastikan Atlet Angkat Besi Lisa Setiawati Dapat Berlaga di PON Papua

1. Eko Yuli Irawan

Pria kelahiran 24 Juli 1989 ini mempunyai jam terbang tinggi di pentas Olimpiade.

Eko punya catatan apik sepanjang tiga olimpiade yang pernah diikutinya.

Pada Olimpiade Beijing 2008, Eko yang bertanding di kelas 56 kilogram menyabet medali perunggu.

Lantas, pada empat tahun berikut di Olimpiade London 2012, Eko juga meraih medali sama meski berlaga di kelas berbeda.

Bila di Beijing, Eko bertanding di kelas 56 kilogram, di London, ia bertarung di kelas 62 kilogram.

Selanjutnya, pada Olimpiade Rio 2016, Eko di kelas 62 kilogram menyabet medali perak.

Dikutip dari situs Komite Olimpiade Indonesia, di luar pentas Olimpiade, Eko telah memenangkan medali emas di Asian Games Indonesia 2018 dan Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turkmenistan 2018.

2. Deni Baca

Deni merupakan atlet angkat besi kelahiran Bogor, 26 Juli 1989. Ia memiliki pengalaman tampil di Olimpiade.

Deni berada di peringkat ke-12 pada Olimpiade London 2012, dan Olimpiade Rio 2016.

Di luar pentas Olimpiade, Deni pernah memenangkan beberapa medali emas, termasuk pada SEA Games 2019.

3. Rahmat Erwin Abdullah

Rahmat merupakan lifter muda Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo lewat jalur kontinental.

Ia menjadi lifter berperingkat terbaik mewakili Aisa di luar posisi delapan besar.

Ia memiliki sejumlah prestasi di angkat besi, yakni medali emas Asian Junior Championships di Korea Utara (2019), medali emas SEA Games 2019 Filipina, medali emas Asian Junior Championships di Tashkent (2020), dan medali perunggu Asian Championships di Tashkent (2021).

4. Windy Cantika Aisah

Windy Cantika Aisah merupakan anak dari Siti Aisyah, atlet angkat besi Indonesia tahun 1980-an.

Ibunya pernah meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi tahun 1998.

Bakat ibunya itu kemudian menurun ke Windy Cantika.

Atlet berusia 19 tahun tersebut memiliki sejumlah prestasi di angkat besi.

Salah satunya adalah meraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina, ketika dia memecahkan rekor dunia di kelas 49 kg junior dengan total angkatan 190 kg dari snatch 86 kg dan clean and jerk 104 kg.

Setelah tampil apik di SEA Games 2019, Windy Cantika menambah koleksi emasnya dalam Asian Junior Championships di Tashkent, Uzbekistan, Februari 2020.

5. Nurul Akmal

Dikutip dari Antara News, lifter Nurul Akmal menjadi atlet pertama dari Aceh yang mampu tampil di Olimpiade sejak 33 tahun silam.

Sebelumnya, ada Alkindi yang menjadi atlet pertama Aceh yang berlaga di Olimpiade 1988 Seoul, Korea Selatan pada cabang anggar.

Bagi Nurul, lolos ke pesta olahraga internasional terbesar itu merupakan puncak kariernya sebagai atlet.

Pasalnya, ia meniti kariernya mulai dari kompetisi tingkat daerah, seperti Pekan Olahraga Aceh, Kejuaraan Nasional, dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Adapun prestasi Nurul Akmal sebagai atelt angkat besi adalah medali perak kelas +75 kg pada Islamic Solidarity Games 2017 di Baku, Azerbajian, dan posisi keenam kelas +75 kg di Asian Games 2018.(*)

Berita tentang Olimpiade lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved