Breaking News:

Berita Mahulu Terkini

Penambang Pasir yang Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia di Muara Sungai Kelekuk Ujoh Bilang

Korban tenggelam di Sungai Mahakam akhirnya ditemukan, Selasa (20/7/2021). Korban bernama Dik Dik (36) ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di hil

Penulis: Febriawan | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Seorang penambang pasir yang tenggelam di Sungai Mahakam ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Mahulu. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Korban tenggelam di Sungai Mahakam akhirnya ditemukan, Selasa (20/7/2021).

Korban bernama Dik Dik (36) ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di hilir tempat tenggelam pada Sabtu (17/7/2021) lalu.

Kasi Penanggulangan Bencana Dinas Trantibum dan Linmas Mahulu, Unggul Jimmi mengatakan, korban ditemukan pada pukul 10.50 WITA oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Mahulu. 

Korban ditemukan tersangkut di dahan kayu di muara sungai Kelekuk Ujoh Bilang.

"Korban hanyut sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Kemungkinan tersangkut. Kita temukan hari ini (Selasa, 20/7/2021) sekitar pukul 10.50 WITA. Korban sudah meninggal," ucapnya.

Baca juga: Pemuda Loa Duri Kukar yang Tenggelam Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

Diberitakan sebelumnya, Dik Dik yang bekerja sebagai penambang pasir tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Sungai Kelekuq di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). 

Perahu bermesin (ces/ketinting) yang memuat 45 karung pasir, yang dibawa Dik Dik karam di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan  Long Bagun pada, Sabtu (17/7/2021) sekitar pukul 18.30 WITA.

Korban bernama Dik Dik berdomisili di Jalan Sungai Baran, Kampung Ujoh Bilang RT 12, Kecamatan Long Bagun.

Kronologi kejadian, korban bersama dua temannya di dalam perahu itu, pulang setelah mencari pasir di Sungai Payang dengan menggunakan perahu bermuatan pasir sebanyak 45 karung. 

Kemudian sekira 15 menit perjalanan, tepat di depan rakit milik warga di Sungai Baran, berjarak sekitar 10 meter, karena diduga perahu kelebihan muatan, tiba-tiba air masuk ke dalam perahu yang mengakibatkan perahu karam.

Baca juga: Kisah Sedih, Keluarga 2 Bocah Samarinda yang Tenggelam di Sungai Karang Mumus

“Dalam posisi panik korban lari ke haluan perahu dan melompat ke air. Temannya di dalam perahu berusaha untuk menolong korban. Namun korban sudah tenggelam,” ujar Kapolsek Long Bagun, AKP Purwanto yang dikonfirmasi usai kejadian. 

Saat ini, korban telah diserahkan ke pihak keluarga setelah dilakukan visum di rumah sakit. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved