Breaking News:

Virus Corona

Permintaan Sulit Anies Baswedan kepada Pengurus Masjid, Risiko Tinggi Terpapar Covid-19 dan RS Penuh

Permintaan sulit Anies Baswedan kepada pengurus masjid di Jakarta, risiko tinggi terpapar Covid-19 dan rumah sakit penuh.

Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
WARTA KOTA/Nur Ichsan
Sosok Anies Baswedan. Permintaan sulit Anies Baswedan kepada pengurus masjid di Jakarta, risiko tinggi terpapar Covid-19 dan rumah sakit penuh. 

TRIBUNKALTIM.CO - Di masa PPKM Darurat salah satu permintaan sulit Anies Baswedan kepada pengurus masjid di Jakarta adalah untuk tak melaksanakan ibadah berjamaah.

Risiko tinggi terpapar Covid-19 jadi ancaman buat masyarakat.

Apalagi mengingatkan kondisi rumah sakit saat ini yang penuh.

Pernyataan itu disampaikan Anies setelah ia mengetahui masih ada sejumlah masjid di Jakarta yang menggelar shalat Idul Adha berjemaah di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengurus masjid di Ibu Kota untuk menyadari tingginya risiko penularan Covid-19 di lingkungan masjid.

Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: Menteri Jokowi Minta Maaf, PPKM Darurat Jawa-Bali Belum Maksimal, Tengok Gaya Luhut dan Erick Thohir

Dillansir Kompas.com, sebelumnya, Anies Baswedan telah mengeluarkan Seruan Gubernur Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha saat PPKM Darurat.

Dalam beleid itu ditulis bahwa pelaksanaan shalat Idul Adha sebaiknya dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Kepada pengurus masjid, sadarilah rumah sakit sudah penuh. Jadi ini bukan dilarang saja, tempatnya kalau sakit sulit," ujar Anies di RPH Dharma Jaya, Jakarta, Selasa (20/7/2021), dilansir dari Antara.

Menurut Anies, pengurus masjid seharusnya mementingkan keselamatan umat, selain mendahulukan syariat agama. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved