Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Kembangkan Bumka di Kubar, Pemerintah Kampung Diminta Harus Lebih Kreatif dan Inovatif

Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) di Kutai Barat saat ini sedang menjadi perhatian pemerintah, terlebih lagi keberadaan Bumka tersebut dinilai menjadi

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Wabup Kubar, H. Edyanto Arkan meninjau di lokasi pabrik karet hasil pertanian warga, beberapa waktu lalu. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) di Kutai Barat (Kubar) saat ini sedang menjadi perhatian pemerintah, terlebih lagi keberadaan Bumka tersebut dinilai menjadi salah satu tolok ukur kemandirian suatu kampung.  

Wakil Bupati Kubar, H. Edyanto Arkan menginstruksikan seluruh pemerintah kampung agar terus berinovasi melakukan terobosan baru atau ide-ide kreatif demi kemajuan dan perkembangan Bumka yang dimiliki, seperti menghasilkan produk-produk unggulan yang berpotensi memiliki peluang jangka panjang.  

“Mereka (Pemerintah Kampung) itu harus berinovasi mencari produk-produk unggulan di kampung tersebut, sehingga bisa menjadi usaha bagi Bumka itu sendiri,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Menurut Edyanto Arkan, peluang usaha yang ada di tiap-tiap kampung harus digali. Perlu juga dilakukan kerja sama Bumka, baik dalam hal sharing pendapat dan bahkan penganggaran produk-produk yang akan dijadikan sektor usaha unggulan Bumka itu sendiri.

"Misalnya, berperan menampung hasil karet dari masyarakatnya dan usaha lainnya di masing-masing kampung. Untuk karet ini, memang Bumka di kampung ada yang mendukungnya. Tetapi belum maksimal dalam menjembatani usaha karet itu," ucapnya. 

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan Kala Pandemi Covid-19 di Kutai Barat, Pemkab Beri Mesin Giling Padi

Sebagian besar penduduk Kutai Barat memiliki sektor pertanian yang cukup menjanjikan seperti perkebunan karet dan kelapa sawit.

Edyanto Arkan berharap hasil pertanian masyarakat Kutai Barat dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung. 

"Diharapkan, Bumka bisa lebih berperan. Artinya, menampung hasil karet masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada PT DSI di Kampung Rejo Basuki atau di Pabrik Karet PT MKC di Kecamatan Palaran Samarinda Seberang.

Kita tahu bahwa keperluan karetnya PT DSI, sekitar 900 ton satu bulan. Sekarang ini baru terpenuhi sekitar 300 ton," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved