Penemuan Tulang Manusia
Polsek Samarinda Seberang Belum Tahu Identitas Kerangka Manusia, Empat Saksi Diperiksa
Polsek Samarinda Seberang belum bisa menentukan pasti identitas jasad yang ditemukan sudah menjadi tulang belulang.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polsek Samarinda Seberang belum bisa menentukan pasti identitas jasad yang ditemukan sudah menjadi tulang belulang.
Penemuan kerangka manusia di Jalan Abdul Sani Gani (Jalan Bung Tomo), Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, masuk dalam wilayah hukumnya.
Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Made Anwara menyampaikan saat ini pihaknya belum bisa memastikan identitas korban dan akan menunggu hasil dari pemeriksaan.
"Kami belum tahu identitasnya, karena kami menemukan ada tiga identitas," ucapnya, Jumat (23/7/2021) petang.
Pihaknya akan mengidentifikasi terlebih dulu, terkait dengan identitas korban serta melakukan autopsi terkait dengan penyebab kematiannya.
Baca juga: BREAKING NEWS Berawal Penemuan Tulang, Polres Berau Ungkap Kasus Pembunuhan
"Sambil kami menunggu hasil dari rumah sakit dulu, identitasnya dan penyebab kematiannya apakah karena sakit atau ada tindakan kriminalitas," ucap Kompol Made Anwara.
Saat bertanya penyelidikan ini memeriksa berapa saksi, perwira berpangkat melati satu ini mengatakan ada empat.
"Yang pertama kali menemukan, pemilik rumah, serta dua warga sekitar. Ada empat saksi yang akan kami periksa," ucappnya.
Diberitakan sebelumnya, Udin (40), saksi yang menemukan jasad manusia yang sudah menjadi tulang belulang mengatakan, dirinya tidak mencium bau tak sedap atau busuk di sekitar rumah.
Udin menuturkan, pemilik rumah memintanya membersihkan rumah tersebut karena terlihat tidak terurus.
"Awalnya saya disuruh pemilik untuk membersihkan rumah. Sudah dua hari saya bersihkan," ungkapnya saat ditemui awak media.
Saat hari pertama, Udin membersihkan area luar sekitar rumah dan membongkar pintu depan lantaran kuncinya sudah tidak ada, sembari membersihkan bagian ruang tamu.
Di hari kedua, dia mulai membersihkan di bagian kamar. Namun, kamar dalam keadaan terkunci, membuat Udin harus membukanya secara paksa.
Saat terbuk itulah, Udin terperanjat melihat kerangka manusia di atas kasur dengan posisi terbaring.
"Posisi kamar itu terkunci dari dalam. Saya buka paksa dan melihat ada kerangka di tempat tidur," ujar Udin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/inafis-satreskrim-polresta-samarinda-bersama-relawan-saat-mengevakuasi-jasad.jpg)