Senin, 11 Mei 2026

Virus Corona

Daftar Obat yang harus Dihindari Pasien Covid-19 Gejala Ringan saat Isoman, Efek Samping Berbahaya

Berikut ini daftar obat yang harus dihindari pasien Covid-19 dengan gejala ringan saat isolasi mandiri ( isoman ), karena efek sampingnya berbahaya.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Freepik designed by sentavio.
Ilustrasi obat-obatan.Berikut ini daftar obat yang harus dihindari pasien Covid-19 dengan gejala ringan saat isolasi mandiri ( isoman ), karena efek sampingnya berbahaya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut ini daftar obat yang harus dihindari pasien Covid-19 dengan gejala ringan saat isolasi mandiri ( isoman ), karena efek sampingnya berbahaya.

Saat ini banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, namun sebaiknya perhatikan obat maupun vitamin yang dikonsumsi.

Sebaiknya, hindari obat-obat yang tidak ada pengawasan medis atau tidak diberikan oleh dokter. 

Lantaran setiap pasien Covid-19 memiliki perbedaan gejala sehingga terapi yang diberikan juga berbeda.

Baik itu pasien Covid-19 yang bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

Konsultasi dengan dokter untuk obat dan vitamin yang perlu dikonsumsi.

Baca juga: Penting Diketahui Bagi yang Isoman, Saturasi Oksigen Normal, Cara Mengukur dan Teknik Proning

Simak daftar obat yang sebaiknya dihindari pasien Covid-19 dan vitamin yang perlu dikonsumsi.

Dikutip TribunKaltim.co dari TribunnewsBogor.com dari artikel yang berjudul Gejala Ringan, Pasien Isolasi Mandiri Dilarang Minum Obat Covid-19 Jenis Ini, Jangan Diabaikan!,  di laman resmi covid19.go.id, banyak pesan hoaks beredar soal list obat Covid-19.

Dokter spesialis paru sekaligus Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia, dr Erlang Samoedro, SpP(K) menegaskan, pemberian obat Covid-19 tanpa pengawasan medis tidak boleh dilakukan.

Dokter spesialis paru sekaligus Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia, dr Erlang Samoedro, SpP(K) menegaskan, pemberian obat tanpa pengawasan medis tidak boleh dilakukan.

Meski pasien tidak memiliki gejala, pemberian obat sembarangan tetap bisa menimbulkan efek samping.

Sebab, obat harus diberikan sesuai kondisi pasien dan tiap orang pasti mengalami keadaan yang berbeda.

Menambahkan penjelasan tersebut, Adam Prabata, dokter umum sekaligus kandidat Phd di Medical Sciene Kobe University menjelaskan.

Obat-obatan memiliki efek samping, dan bisa berbahaya jika diminum tanpa konsultasi dokter.

Efek samping ini bisa berupa gangguan liver hingga ginjal.


Karenanya, masyarakat diimbau untuk tetap menjalani perawatan seperti yang sudah dianjurkan.

Jangan sekali-kali memberi obat asal-asalan tanpa adanya resep dari dokter, apalagi jika Kawan Puan adalah pasien bergejala.

Kawan Puan harus mendapatkan obat sesuai gejala yang dirasakan dan hanya dokter yang tahu apa obat yang tepat.

Ada beberapa obat yang harus dihindari pasien Covid-19 isolasi mandiri.

Baca juga: Panduan Merawat Pasien Covid-19 saat Isoman di Rumah, Penting Sediakan 2 Alat Kesehatan

Apa saja?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat daftar obat yang harus dihindari pasien Covid-19 isolasi mandiri di rumah.

Obat-obatan tersebut adalah antibiotik, steroid, hidroksiklorokuin, lopinavir/ritonavir dan remdesivir.

Deretan obat ini termasuk golongan keras dan tidak boleh sembarangan dikonsumsi.

"Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan steroid.

Penggunaan berlebihan sterodi dapat berdampak serius dan mengancam nyawa, termasuk infeksi mukormikosis (jamur hitam)," tulis WHO di akun Instagram resminya. 

Penggunaan antibiotik tidak disarankan bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri karena virus corona adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. 

Antibiotik tidak akan berdampak pada virus.

Sementara untuk Remdesivir, WHO belum merekomendasikan pemberiannya pada pasien Covid-19 baik derajat ringan atau berat.

Hal itu karena belum ditemukannya bukti yang cukup kuat bahwa penggunaan obat Covid-19 jenis ini bermanfaat.

Daftar obat yang sebaiknya dihindari pasien Covid-19 gejala ringan isoman
Daftar obat yang sebaiknya dihindari pasien Covid-19 gejala ringan isoman (Instagram whoindonesia)

Untuk pasien tanpa gejala, asupan yang aman dikonsumsi meski tanpa pemeriksaan adalah konsumsi vitamin.

Melansir Kompas.com, Ketua PDPI, dr Erlina Burhan menyebutkan beberapa vitamin yang bisa dikonsumsi pasien tanpa gejala.

Di antaranya konsumsi salah sat dari 3 jenis vitamin C berikut:

- Vitamin C non acidic 3 kali sehari 500 mg selama 2 minggu, atau

- Vitamin C tablet isap 2 kali sehari 500 mg selama 1 bulan, atau

- Multivitamin mengandung vitamin C, D, E, dan Zink, sebanyak 2 tablet sehari selama 1 bulan.

Pasien juga disarankan mengonsumsi vitamin D 1 kali sehari selama 1 bulan.

Nah Kawan Puan, jadi jangan sembarangan dan mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya ya.

Baca juga: Fatal Akibatnya, 6 Jenis Obat Ini Tak Boleh Dikonsumsi Saat Isolasi Mandiri Covid-19

(*)

Berita terkait Virus Corona

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved