Senin, 8 Juni 2026

Amalan dan Doa

Bacaan Niat dan Doa Setelah Melaksanakan Sholat Dhuha, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Bacaan niat dan doa setelah melaksanakan sholat Dhuha, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Tayang:
Editor: Nur Pratama
Tribunnews.com
Ilustrasi sholat 

TRIBUNKALTIM.CO - Bacaan niat dan doa setelah melaksanakan sholat Dhuha, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Seorang muslim sangat dianjurkan melaksanakan sholat Dhuha pada waktunya.

Kapan waktu sholat Dhuha? Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbit (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga sebelum waktu zuhur.

Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Namun jika untuk tujuan pembelajaran, maka boleh juga dilaksanakan secara berjamaah.

sholat dhuha hukumnya sunnah muakkad.

Sunnah artinya jika kita kerjakan akan mendapatkan pahala namun jika kita tinggalkan tidak berdosa.

Sedangkan muakkad artinya sangat dianjurkan.

Perbuatan yang hukumnya sunnah muakkad adalah perbuatan yang hampir-hampir tidak pernah dilewatkan oleh Rasulullah SAW.

Baca juga: Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Belajar, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Baca juga: Bacaan Doa yang Harus Dibaca Ketika Rasa Malas Menghampiri Anda, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Oleh karena itu, meskipun meningalkan sholat dhuha tidak berdosa, namun sebagai bukti cinta kita pada Rasulullah SAW.

Adapun dalil-dalil tentang kesunnahan sholat dhuha antara lain disampaikan Abu Dzar ra. Katanya, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah.

Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah.

Demikian juga amar ma‟ruf dan nahi mungkar adalah sedekah.

Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka'at” (HR. Muslim).

Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa sholat dhuha dua rakaat mampu mencukupi sedekah bagi seluruh persendian manusia yang seluruhnya ada 360.

Artinya hadis tersebut merupakan sebuah bukti bahwa sholat dhuha adalah sholat yang sangat mulia meskipun hanya dilaksanakan sebanyak dua rakaat.

Niat sholat Dhuha

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Doa Setelah sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَآءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِيْ مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu

Wa in kaana mu'assiran fa yassirhu

Wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika

Wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin.

Artinya:

“Wahai Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu.

Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu.

Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Wahai Tuhanku, kalau rizkiku di langit, turunkanlah.

Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah.

Kalau haram, gantilah menjadi yang suci. Jika jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu.

Tuhanku, berikanlah aku apa yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang.

Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku.

Anugerahkanlah taubat-Mu untukku. Sungguh Engkau Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang”.

Keutamaan dan Manfaat sholat Dhuha

1. Menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh

Sebagaimana hadis yang telah disebutkan di depan bahwa sholat dhuha bisa menjadi sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia.

2. Merupakan ghanimah (keuntungan) terbanyak

Hal ini didasarkan atas sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling
banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).

3. Membawa kecukupan sepanjang hari

sholat dhuha mendatangkan kecukupan kita selama sehari di hari kita sholat dhuha. Hal ini berdasarkan hadis Qudsiy yang artinya:

Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

4. Dibangunkan sebuah rumah di surga

Bagi orang yang rajin sholat dhuha maka akan dibangunkan rumah di surga oleh Allah SWT.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Musa ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Siapa yang sholat Dhuha empat raka‟at dan sholat sebelum Zuhur empat raka'at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. ath-Thabrani)

5. Mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw. bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan sholat shubuh secara berjama'ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua raka'at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.”

Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. at-Tirmidzi)

6. Mendapatkan ampunan dosa

Nabi SAW bersabda: Barangsiapa yang melaksanakan sholat dhuha secara terus menerus, maka akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan. (HR. Al-Tirmidzi)

7. Tidak dianggap sebagai orang lalai

Orang yang selalu melaksanakan sholat dhuha dianggap sebagai orang yang terus mengingat Allah dan bukan orang yang lalai. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai” (HR. Baihaqi dan An Nasa'i).

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Manfaat dan Keutamaan sholat Dhuha Lengkap dengan Niat, Tata Cara sholat Dhuha dan Doa Setelah Dhuha, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved