Virus Corona di Kukar
Pemkab Kukar Data Anak yang Orangtuanya Meninggal Usai Terpapar Covid-19
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Pemkab Kukar, melakukan pendataan.
Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Pemkab Kukar, melakukan pendataan.
Terhadap anak yang ditinggal orangtuanya lantaran meninggal dunia usai positif Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono kepada TribunKaltim.co pada Minggu (1/8/2021) di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Dikatakan Sunggono, sejauh ini pihaknya telah mendata.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Disdukcapil Kukar Tutup Layanan Tatap Muka Selama 9 Hari
Sejuah ini baru sekitar lima anak yang orangtuanya meninggal dunia setelah terkena Virus Corona atau Covid-19 di Kutai Kartanegara.
Dan rencananya, pemerintah akan memberikan bantuan kepada anak-anak yang ditinggalkan orangtuanya tersebut.
Menjamin Hak-hak Anak
Hal itu, ucap Sunggono, sebagai upaya Pemkab Kukar dalam memastikan kehidupan anak-anak yang telah ditinggalkan orangtuanya yang meninggal dunia usai terpapar Covid-19.
Terlebih sekarang ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, karena itu, anak-anak harus bisa terjamin hak-haknya.
“Anak-anak kita yang telah ditinggal orangtuanya karena meninggal dunia akibat Covid-19 itu harus dapat dijamin hak-haknya,” ujarnya.
Baca juga: Sekda Kukar Tinjau Vaksinasi Gotong Royong di Lokasi Perusahaan PT Pamapersada Nusantara
Lanjut Sunggono, saat ini pemkab Kukar tengah memformulasikan apa saja yang menjadi kebutuhan anak-anak itu nantinya.
Tak hanya itu, Pemkab juga secara khusus akan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) terkait permasalahan tersebut.
“Kita akan menyusun Perbup tentang bagaimana perlindungan atas hak-hak anak ini, khususnya akibat dari wabah pandemi,” terangnya.
Saat ini kata Sunggono, pihaknya tengah berupaya agar pendataan bisa segera dilakukan dengan baik.
Baca juga: Bupati Kukar Edi Damansyah Pastikan Stok Oksigen di Kukar Cukup
Tujuannya agar anak-anak yang ditinggalkan bisa segera mendapatkan bantuan serupa.
“Yang didata itu, siapa-siapa saja, berapa banyak dan apa yang dibutuhkan,” ucapnya.
Pendataan Terus Berlanjut
Sunggono juga menambahkan, pendataan ini masih berjalan, tidak terputus di tengah jalan.
Dan akan terus berlanjut sampai pandemi Covid-19 memang telah dinyatakan berakhir.
Pasalnya, bisa saja masih ada anak-anak lainnya yang mengalami kondisi serupa.
Baca juga: PPKM Level 4 di Kukar Mulai Diberlakukan, Bupati Tinjau Dapur Umum dan Gedung Isolasi Terpusat
"Kita tidak tahu sampai kapan pandemi Covid-19 ini berakhir," ujarnya.
"Dan berapa banyak lagi yang terdampak Covid-19," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sunggono-pakai-rompi-di-kukar.jpg)