Kamis, 9 April 2026

Olimpiade

Greysia/Apriyani Raih Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2021, Cabor Bulutangkis Terhindar Memori Kelam

Medali emas dipersebahkan Greysia Polii/Apriyani setelah mengalahkan wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final ganda putri bulutangkis.

Editor: Ikbal Nurkarim
Pedro PARDO / AFP
Ganda putri bulutangkis Indonesia raih emas Olimpiade Tokyo 2020, membuat Indonesia terhindar dari memori kelam Olimpiade 2012 pulang tanpa medali. 

TRIBUNKALTIM.CO - Medali emas di dapatkan kontingen Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis ganda putri.

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Medali emas dipersebahkan Greysia Polii/Apriyani setelah mengalahkan wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final ganda putri bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8/2021).

Berlangsung di Musashino Sports Plaza, Tokyo, laga bersejarah itu berakhir 21-18, 21-15.

Hasil itu menjadi raihan bersejarah dari Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas.

Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Ukir Sejarah Baru

Raihan emas ini menjadi satu-satunya disumbangkan dari cabor bulutangkis dari tiga kemungkinannya.

Duo Srikandi Indonesia ini sukses memperkuat tradisi Indonesia meraih medali emas di cabang olahraga bulutangkis dalam turnamen empat tahunan ini.

Greysia Polii memeluk pelatihnya, Eng Hian setelah berhasil mengalahkan pasangan China di final Olimpiade Tokyo, Senin 2 Agustus 2021. Pasangan Greysia/Apriyani berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di final Olimpiade Tokyo hari ini, Senin 2 Agustus 2021.
Greysia Polii memeluk pelatihnya, Eng Hian setelah berhasil mengalahkan pasangan China di final Olimpiade Tokyo, Senin 2 Agustus 2021. Pasangan Greysia/Apriyani berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di final Olimpiade Tokyo hari ini, Senin 2 Agustus 2021. (AFP Photo/Alexander Nemenov)

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Greysia/Apriyani Menang di Olimpiade 2021, Cabor Bulutangkis Terhindar dari Memori Kelam 2012, kemenangan Greysia/Polii juga menghindarkan Indonesia dari pengalaman buruk di Olimpiade 2012.

Tepatnya dari cabor bulutangkis, pada Olimpiade 2012 kontingen Merah Putih yang berlaga di ajang tersebut tak berhasil meraih medali tertinggi.

Jangankan medali emas, event yang berlangsung di London saat itu, kontingen Merah Putih cabor tepok bulu angsa ini pulang dengan tanpa sekeping medali sama sekali.

Padahal jika di runut ke belakang, Indonesia memiliki tradisi yang kuat dalam menyabet medali emas sejak bulutangkis dipertandingkan pada Olimpiade 1992.

Tunggal putri Susy Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma menjadi pelopor tradisi tersebut setelah berjaya di Olimpiade 1992.

Empat tahun berselang giliran ganda putra Ricky Soebagja/Rexy Mainaky merengkuh emas di Olimpiade Atlanta 1996.

Baca juga: Kalahkan China, Greysia/Apriyani Raih Medali Emas, Catatan Sejarah Ganda Putri di Olimpiade Tokyo

Adapun pada Olimpiade Sydney 2000, ganda putra kembali menjaga tradisi dengan merebut emas bulutangkis melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya.

Tunggal putra menjaga tradisi tersebut dnegan Taufik Hidayat meraihnya di Olimpiade 2004.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved