Kamis, 23 April 2026

Olimpiade

Greysia/Apriyani Raih Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2021, Cabor Bulutangkis Terhindar Memori Kelam

Medali emas dipersebahkan Greysia Polii/Apriyani setelah mengalahkan wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final ganda putri bulutangkis.

Editor: Ikbal Nurkarim
Pedro PARDO / AFP
Ganda putri bulutangkis Indonesia raih emas Olimpiade Tokyo 2020, membuat Indonesia terhindar dari memori kelam Olimpiade 2012 pulang tanpa medali. 

TRIBUNKALTIM.CO - Medali emas di dapatkan kontingen Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis ganda putri.

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Medali emas dipersebahkan Greysia Polii/Apriyani setelah mengalahkan wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final ganda putri bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8/2021).

Berlangsung di Musashino Sports Plaza, Tokyo, laga bersejarah itu berakhir 21-18, 21-15.

Hasil itu menjadi raihan bersejarah dari Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas.

Baca juga: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Ukir Sejarah Baru

Raihan emas ini menjadi satu-satunya disumbangkan dari cabor bulutangkis dari tiga kemungkinannya.

Duo Srikandi Indonesia ini sukses memperkuat tradisi Indonesia meraih medali emas di cabang olahraga bulutangkis dalam turnamen empat tahunan ini.

Greysia Polii memeluk pelatihnya, Eng Hian setelah berhasil mengalahkan pasangan China di final Olimpiade Tokyo, Senin 2 Agustus 2021. Pasangan Greysia/Apriyani berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di final Olimpiade Tokyo hari ini, Senin 2 Agustus 2021.
Greysia Polii memeluk pelatihnya, Eng Hian setelah berhasil mengalahkan pasangan China di final Olimpiade Tokyo, Senin 2 Agustus 2021. Pasangan Greysia/Apriyani berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di final Olimpiade Tokyo hari ini, Senin 2 Agustus 2021. (AFP Photo/Alexander Nemenov)

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Greysia/Apriyani Menang di Olimpiade 2021, Cabor Bulutangkis Terhindar dari Memori Kelam 2012, kemenangan Greysia/Polii juga menghindarkan Indonesia dari pengalaman buruk di Olimpiade 2012.

Tepatnya dari cabor bulutangkis, pada Olimpiade 2012 kontingen Merah Putih yang berlaga di ajang tersebut tak berhasil meraih medali tertinggi.

Jangankan medali emas, event yang berlangsung di London saat itu, kontingen Merah Putih cabor tepok bulu angsa ini pulang dengan tanpa sekeping medali sama sekali.

Padahal jika di runut ke belakang, Indonesia memiliki tradisi yang kuat dalam menyabet medali emas sejak bulutangkis dipertandingkan pada Olimpiade 1992.

Tunggal putri Susy Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma menjadi pelopor tradisi tersebut setelah berjaya di Olimpiade 1992.

Empat tahun berselang giliran ganda putra Ricky Soebagja/Rexy Mainaky merengkuh emas di Olimpiade Atlanta 1996.

Baca juga: Kalahkan China, Greysia/Apriyani Raih Medali Emas, Catatan Sejarah Ganda Putri di Olimpiade Tokyo

Adapun pada Olimpiade Sydney 2000, ganda putra kembali menjaga tradisi dengan merebut emas bulutangkis melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya.

Tunggal putra menjaga tradisi tersebut dnegan Taufik Hidayat meraihnya di Olimpiade 2004.

Ganda putra yang sempat absen mempersembahkan medali emas di Olimpiade Athena, bangkit empat tahun berselang.

Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan berhasil naik podium tertinggi pada Olimpiade Beijing 2008.

Namun sayang, tradisi tersebut terputus pada Olimpiade 2012 di London.

Tim bulutangkis kembali ditarget menyumbangkan medali sekaligus menjaga tradisi emas di Olimpiade.

Tradisi yang terhenti pada tahun 2012 akhirnya dibenahi pada Olimpiade 2016 dengan sukses kembali 'pulang' ke Indonesia.

Greysia/Apriyani kembali mencoba memumpuk kembali dengan menyabet medali emas di Olimpiade 2021.

Sumbangan medali masih berpeluang bertambah dari sektor tunggal putra. Di mana Anthony Ginting akan berhadapan dengan Kevin Cordon untuk perebutan medali perunggu, Senin (2/8/2021) sore ini.

Baca juga: Siaran Langsung Semifinal Sepakbola Putra Olimpiade Tokyo 2021: Meksiko vs Brasil, Jepang vs Spanyol

Jalannya Laga Greysia/Apriyani vs Chen/Jia terkecoh

Rally panjang terjadi pada perebutan poin awal. Greysia menempatkan sebuah drop shot di depan net yang membuat pasangan Chen/Jia terkecoh.

Skor 3-1.

Perlahan, Greysia/Apriyani mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

Tempo yang mereka mainkan membuat pasangan China sempat dua kali beruntun melepaskan pukulan yang melebar, hingga skor menjadi 7-3.

Sebuah pertunjukan yang memamerkan pertahanan solid ditunjukkan Greysia/Apriyani pada perebutan poin ke-9 buat mereka.

Hanya, sebuah smash keras dari Chen membuat skor berubah menjadi 8-6.

Greysia Polii membalas poin tersebut lewat sebuah pukulan tipu-tipu menyilang, skor menjadi 9-7.

Rally berlanjut pada poin-poin berikut, sebuah pukulan tanggung dari Chen/Jia menyangkut di net yang membuat skor menjadi 11-8 untuk keunggulan Greysia/Apriyani pada jeda interval.

Selepas jeda, pasangan China merebut tiga poin beruntun lewat penempatan bola matang yang tak bisa dikembalikan sempurna oleh Greysia. Skor menjadi 11-11.

Poin berikut dimenangkan Greysia/Apriyani setelah ganda China beradu raket yang membuat pukulan mereka keluar karena rusaknya raket.

Baca juga: NEWS VIDEO Tzuyu TWICE Dikira Berlaga di Olimpiade Tokyo Setelah Video Lamanya Viral

Greysia/Apriyani merebut satu poin lagi hingga kedudukan menjadi 13-11.

Pertandingan berjalan ketat, tukar-menukar poin terjadi hingga kedudukan menjadi 19-14, jarak selisih poin terjauh dalam gim itu.

Namun, pasangan China belum selesai, mereka merebut tiga poin beruntun hingga kedudukan menjadi 19-17.

Sebuah smash keras dari Jia bahkan mengenai tubuh Apriyani yang membuat poin menjadi 19-18.

Beruntung, empat poin beruntun China terputus saat pukulan Chen menyangkut di net, skor 20-18.

Gim pertama ditutup lewat permaian seru di mana Chen/Jia tampak total menyerang namun Greysia/Apriyani menampilkan pertahanan solid.

Sebuah pukulan jauh ke belakang dari Chen/Jia keluar, skor 21-18 untuk pasangan Greysia/Apriyani.

Memasuki gim kedua, laga berhias pertarungan psy war soal shuttlecock antara diganti atau tidak.

Sebuah smash keras Apriyani membuat Greysia/Apriyani unggul 3-1.

Baca juga: NEWS VIDEO Unik, Medali Olimpiade Tokyo 2020 Ternyata Terbuat dari Daur Ulang Ponsel dan Laptop

Skor merambat menjadi 7-2 saay Apriyani menempatkan bola silang yang tak bisa dijangkau Chen/Jia.

Hanya, ganda China merebut dua poin beruntun menjadi 7-4. Sebuah pukulan keras Chen yang menyangkut di net membuat skor menjadi 8-4.

Pada interval gim kedua, smash keras Apriyani membuat skor menjadi 11-7. Skor beranjak cepat bagi Greysia/Apriyani menjadi 16-9 lewat sebuah permainan apik keduanya.

Sebuah pukulan bikin bingung ganda China membuat skor menjadi 17-9. Baik Chen maupun Jia kembali adu raket dalam poin tersebut.

Skor sempat menjadi 19-10 buat Greysia/Apriyani sebelum akhirnya beberapa pukulan mereka keluar dan skor menjadi 19-13.

Pasangan China meraih poin kelima beruntun lewat sebuah cocoran di depan net hasil pengembalian tanggung.

Skor menjadi 21-15 lewat sebuah drama instan review setelah pukulan keluar di-challange Chen/Jia. Hanya, tayangan menunjukkan bola memang keluar.

Medali emas buat Indonesia! (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved