Breaking News:

Ekonomi Bisnis

Hadirkan Kemudahan Transaksi Non Tunai Berbasis Syariah, Layanan LinkAja dan BTN Bersinergi

Pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia di seluruh dunia. Tidak terkecuali dampaknya juga dirasakan masyarakat Indonesia

Penulis: Bella Evanglista | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/BELLA EVANGLISTA
Tingkatkan inklusi dan literasi keuangan digital syariah Indonesia, Layanan Syariah LinkAja dan BTN Syariah lakukan Sinergi, Selasa (3/8/2021). TRIBUNKALTIM.CO/BELLA EVANGLISTA 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia di seluruh dunia. Tidak terkecuali dampaknya juga dirasakan masyarakat Indonesia.

Berbagai adaptasi dilakukan, salah satunya adalah penggunaan uang elektronik sebagai metode dalam melakukan pembayaran kebutuhan sehari–hari.

Sebagai uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia, Layanan Syariah LinkAja terus berkomitmen untuk memperluas ekosistemnya guna mendukung pengembangan ekosistem syariah nasional serta pemenuhan transaksi di sektor esensial.

Penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai kerja sama bisnis pun telah dilakukan secara virtual, Senin (2/8/21), oleh Direktur Consumer dan Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk., Hirwandi Gafar dan Direktur Utama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), Haryati Lawidjaja.

“Sebagai uang elektronik Syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia, Layanan Syariah LinkAja terus berupaya meningkatkan kemudahan pembayaran digital berbasis syariah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan kami dalam mewujudkan perluasan ekosistem pembayaran berbasis holistik guna mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia pada umumnya," kata Haryati Lawidjaja.

Baca juga: Gandeng LinkAja, BPJamsostek Beri Kemudahan Pendaftaran dan Pembayaran Iuran

Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias terhadap kerja sama dengan BTN Syariah tersebut. Ia berharap kedua pihak ini dapat bersama-sama memperkuat ekosistem keuangan digital syariah dan meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia.

Di sisi lain, Hirwandi Gafar menjelaskan jika perseroan akan terus berupaya menjadi one stop financial services bagi masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan bisnis utamanya, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga gencar melakukan transformasi digital untuk dapat memenuhi kebutuhan perbankan nasabah sekaligus menyesuaikan dengan kondisi pandemi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, BTN Syariah aktif menggelar sinergi dengan berbagai pihak termasuk LinkAja.
Apalagi di masa pandemi, nasabah yang menitipkan uangnya di BTN Syariah menunjukan pertumbuhan yang signifikan.

Hingga semester I/2021, UUS Bank BTN tersebut tercatat telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai 26,89 triliun rupiah atau melonjak 29,27% secara tahunan (year-on-year/yoy).
 

Baca juga: LinkAja Hadirkan Digital QRIS, Dipakai Bayar SIM dan SKCK di Polresta Balikpapan, Begini Caranya

“Melalui kolaborasi dengan Layanan Syariah LinkAja, nasabah dan debitur BTN Syariah dapat mengakses berbagai fitur layanan keuangan digital yang lebih mudah dan praktis,” jelas Hirwandi.

Berbagai ruang lingkup kerja sama strategis yang dilakukan antara LinkAja dengan BTN Syariah tersebut diantaranya kemudahan pembayaran kebutuhan perumahan BTN Syariah, pembayaran berbagai merchant seperti pasar syariah dan donasi untuk masjid melalui QRIS, pembayaran sekolah islam dan pesantren yang bekerja sama dengan BTN Syariah, Kolaborasi dengan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan sukuk wakaf, pendistribusian bantuan pemerintah dan bantuan sosial, dan kolaborasi program kurban.

Tujuan utama yang dibangun melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LinkAja dengan BTN Syariah ini pun meliputi dukungan kegiatan penyediaan jasa dan layanan perbankan berdasarkan prinsip Syariah dan konvensional serta mewujudkan perluasan ekosistem Syariah yang holistik guna mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

“Kami berharap dengan terciptanya sinergi strategis ini, dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk terbiasa bertransaksi secara digital dari ponsel mereka seperti pembayaran merchant, pembayaran pendidikan, kebutuhan perumahan, maupun berbagai kebutuhan esensial lainnya dapat menggunakan Layanan Syariah LinkAja ataupun LinkAja reguler guna menghindari kontak fisik demi memutus penyebaran mata rantai virus covid-19,” tutur Haryati. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved