Senin, 13 April 2026

Penertiban PKL

Informasi Penertiban Pedagang Kaki Lima di Pasar Segiri Samarinda Diduga Bocor

Sepanjang lorong Pasar Segiri, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, kini terlihat lapang setelah Satuan Polisi Pamong Praja

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
PENATAAN PASAR - Penertiban PKL daging ayam di Pasar Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kemungkinan ada kebocoran informasi, sehingga hanya beberapa pedagang yang berhasil ditertibkan, Rabu (4/8/2021) pagi.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sepanjang lorong Pasar Segiri, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, kini terlihat lapang setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban pedagang kaki lima, Rabu (4/8/2021) pagi. 

Namun Kasatpol PP Samarinda, M. Darham mengatakan tidak ada kendala dalam penertiban kali ini.

Namun kemungkinan ada kebocoran informasi ke para pedagang sehingga hanya beberapa pedagang kaki lima atau PKL yang berhasil mereka tertibkan.

"Kita menerima informasi sepanjang lorong dipenuhi PKL daging ayam. Tapi pas sampai sudah lumayan bersih," ucap Darham kepada TribunKaltim.co, saat ditemui usai kegiatan tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS UPT Pasar Segiri Dibantu Satpol PP Samarinda Tertibkan PKL Ayam

Darham menyebut, penertiban melibatkan 20 personel Satpol PP dibantu TNI-Polri.

Juga untuk mengantisipasi kembalinya para PKL, dijelaskannya akan menurunkan beberapa personil untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Pasar Segiri, Kota Samarinda.

Sebenarnya, kata Darham, pihak UPTD Pasar Segiri meminta BKO sebanyak 15 personel, namun karena situasi Pandemi, pihaknya hanya bisa memenuhi setengah dari permintaan tersebut.

"Karena selain menegakan Perda, Kita juga perlu memperhatikan kesehatan personil," jelasnya.

"Apalagi pagi mereka tugas Prokes, malam jaga di musium. Jadi kita harus optimalkan personil kita agar tidak drop juga," lanjutnya.

Baca juga: Sepi Pembeli Menjadi Alasan Pedagang Ayam Pasar Segiri Samarinda Berjualan di Luar Kios

Kembali ke soal penertiban, Dirham berharap para PKL bisa mengikuti aturan yang ada.

Karena menurutnya tentu ada rasa iri antar pedagang ketika ada yang diserbu pelanggan, ada pula yang sepi pembeli.

Jadi menurutnya ketertiban pasar semua hanya tergantung kesadaran dari para pedagang itu sendiri.

"Harapan kita yang di lorong ini menghargai teman-teman yang di (dalam) kios, jadi tidak ada rasa iri. Karena namanya pembeli cari yang enak, dekat dan mudah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved