Sabtu, 25 April 2026

Penertiban PKL

Sepi Pembeli Menjadi Alasan Pedagang Ayam Pasar Segiri Samarinda Berjualan di Luar Kios

Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan UPT Pasar Segiri bersama Satpol PP, Rabu (4/8/2021) tidak mendapat perlawanan dari para pedagang

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Robert (celemek orange) sempat menahan petugas yang ingin membawa meja dagangannya, saat ditertibkan, Rabu (4/8/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMRINDA - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan UPT Pasar Segiri bersama Satpol PP, Rabu (4/8/2021) tidak mendapat perlawanan dari para pedagang.

Karena sesungguhnya para pedagang yang didominasi oleh penjual daging ayam tersebut memiliki lapak khusus yang berada di belakang pasar.

Meski begitu sempat terjadi tarik menarik meja antar pedagang dan petugas yang menertibkan lapak para PKL tersebut.

Robert (50), pemilik meja sempat bersikeras karena mengaku meja yang dimilikinya hanya ada 1 buah.

"Kalau ditertibkan tidak masalah, tapi meja kita jangan dibawa dong," protesnya.

Baca juga: BREAKING NEWS UPT Pasar Segiri Dibantu Satpol PP Samarinda Tertibkan PKL Ayam

Sementara itu, saat ditanya alasan berjualan di luar, Robert mengatakan terpaksa berjualan di luar kios yang disediakan lantaran dagangan selalu sepi.

Apalagi, lanjutnya lapak miliknya berada paling belakang, sehingga sangat jarang disambangi para pembeli.

"Ayam tidak sama dengan ikan yang beragam, sedangkan pintu kios cuma ada satu. Jadi kalau ada pembeli pasti belinya yang di depan saja," kata Robert kepada Tribunkaltim.co, sambil membersihkan sisa dagangannya.

Meski begitu Ia dan beberapa pedagang lainnya menyadari sudah menyalahi aturan.

Meski begitu mereka berharap kios ayam yang disediakan oleh UPT bisa dibuatkan beberapa pintu.

Baca juga: NEWS VIDEO UPT Pasar Segiri Samarinda Lakukan Penertiban PKL, Tugu Linmas Akan Disulap Jadi Taman

"Jadi pembeli bisa menjangkau yang belakang. Karena kalau di dalam kios, yang paling belakang satu hari syukur ada 3 ayam yang laku," tuturnya.

Sementara itu, Ade (48), pedagang ayam yang selalu berjualan di dalam kios mengaku sangat berterima kasih dengan penertiban tersebut.

Karena diungkapnya selama pedagang yang ditertibkan berjualan di luar kois, mereka sama sekali tidak mendapatkan pembeli seperti yang di luar.

Apalagi lanjut Ade, selama pandemi penjualan ayam terus menurun.

"Karena pembeli pasti maunya yang simple. Kalau dapat di luar, mereka tidak mungkin mau masuk ke lapak," terang Ade.

"Jadi terimakasih sudah menertibkan, dengan begitu kalau di dalam semua kan tinggal rezekian-rezekian aja lagi, enggak iri-irian. Paling tidak adil lha," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved