Breaking News:

Mata Najwa

Di Mata Najwa, Peneliti ICW Nyaris Menangis Lihat Vonis Janda, Kurnia: Dewi Keadilan tak Lagi Adil

Di Mata Najwa, peneliti ICW nyaris menangis lihat vonis janda, Kurnia Ramadhana: Dewi keadilan tak lagi adil

Editor: Rafan Arif Dwinanto
(YouTube Najwa Shihab)
Curhat ibu penjual pisang epe asal Makassar, Herdiyanti, yang divonis 5 tahun 3 penjara atas kasus penyalahgunaan narkotika, di Mata Najwa, Rabu (4/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Tayangan Mata Najwa edisi 4 Agustus 2021 menampilkan ironi penegakan hukum di Tanah Air.

Dalam tayangan tersebut, Najwa Shihab mengulas hukuman yang diberi ke Pinangki, Djoko Tjandra, hingga dua eks Menteri Juliari Batubara dan Edhy Prabowo.

Najwa Shihab juga membandingkan dengan hukuman seorang janda yang terlibat penyalahgunaan narkotika.

Peneliti Indonesia Corruption Watch ( ICW) Kurnia Ramadhana pun nyaris menangis mendengar pengakuan seorang janda.

Kurnia Ramadhana sebelumnya menyoal komitmen pemberantasan korupsi di era Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Sekadar informasi, Mata Najwa mengangkat tema Keadilan Bersyarat Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Baca juga: Korban Bansos Singgung Beras Berkutu di Mata Najwa, Pengacara Juliari Batubara: Tuntut ke Vendor!

Dua narasumber hadir langsung ke studio yakni Boyamin Saiman dari MAKI dan Kurnia Ramadhana dari ICW.

Dilansir dari TribunWow dalam artikel berjudul Peneliti ICW Tahan Tangis di Mata Najwa saat Bahas Vonis Edhy Prabowo: Dewi Keadilan Tak Lagi Adilpeneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, menahan tangis di acara Mata Najwa, Rabu (4/8/2021).

Suaranya terdengar bergetar saat membahas nasib getir Herdianti, seorang penjual pisang epe asal Makassar yang dihukum 5 tahun 3 bulan penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Padahal, Herdianti merupakan seorang janda dan memiliki tiga anak yang masih kecil.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved