Virus Corona
Hasil Penelitian Terbaru, Vaksin Sinovac 94 Persen Mampu Cegah Penularan, Efektif Atasi Varian Delta
Dari data terbaru yang ada, ternyata Vaksin Sinovac mampu mengurangi risiko penularan Covid-19 sebesar 94 persen
TRIBUNKALTIM.CO - Di awal kedatangannya ke Indonesia, banyak yang meragukan efektifitas vaksin Sinovac dalam mencegah penularan Virus Corona.
Dari data terbaru yang ada, ternyata vaksin Sinovac mampu mengurangi risiko penularan Covid-19 sebesar 94 persen, 96 persen risiko perawatan, dan 98 persen risiko kematian.
Tentu hal ini menjadi kabar yang menggembirakan, pasalnya selama ini masyarakat Indonesia yang menjalani vaksinasi kebanyakan menggunakan vaksin Sinovac, yang didatangkan dari China.
Kendati demikian, bagi masyarakat yang sudah melakukan suntik vaksin, tetap diwajibkan untuk tidak abai terhadap protokel kesehatan (Prokes).
Data ini didasarkan dari kajian cepat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes atas Keefektifan vaksinasi Sinovac terhadap infeksi Covid-19 kepada tenaga kesehatan DKI Jakarta.
Baca juga: Penerima vaksin Sinovac Bisa Lega, Hasil Penelitian Terbaru Dibagikan dr Tirta Soal Efek ke Covid-19
Terkait hal tersebut Kompas.com menghubungi Juru Bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.
Nadia membenarkan hal tersebut, dan ia menjelaskan persentase tersebut didasarkan dari studi pada 13 Januari sampai dengan 18 Maret 2021 lalu pada tenaga kesehatan.
“Studi di 13 Januari sampai dengan 18 Maret 2021 lalu pada tenaga kesehatan ya," ujar Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (01/08/2021).
Pihaknya menambahkan hasil tersebut didapatkan dari pengujian mereka yang telah divaksinasi secara lengkap yakni dua kali dosis.
"Jadi yang mendapatkan vaksinasi Sinovac dua kali lengkap,” ujar dia, seperti dilansir dari Kompas.com.
Baca juga: Kabar Gembira untuk Penerima vaksin Sinovac, Dokter Tirta Bagikan Hasil Penelitian Terbaru
Pihaknya mengatakan hasil tersebut didasarkan pada perbandingan jumlah orang yang terinfeksi dan belum divaksin, dengan orang yang terinfeksi dan sudah divaksin.
Menurut Nadia, dari orang yang belum divaksin sebanyak 28.055 orang, hasil menunjukkan yang terinfeksi adalah sebanyak 2.431 orang.
Adapun pada orang yang sudah divaksin sebanyak dua kali dosis, dari 91.777 orang yang terinfeksi sebanyak 521 orang.
“Jadi memang efek perlindungan pada orang yang divaksin lebih tinggi,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Efektivitas vaksin Kemenkes Pandji Dhewantara sebelumnya mengatakan vaksin Sinovac bisa mencegah 96 persen perawatan, mencegah 98 persen kematian dan penularan sebanyak 94 persen.
Baca juga: Besok, vaksin Moderna dan Sinovac akan Tiba di Nunukan, Kadinkes: Capaian vaksinasi Baru 10 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tunjukkan-vaksin-sinovac-asal-china.jpg)