Sabtu, 18 April 2026

Virus Corona di Tarakan

Walikota Tarakan Laporkan Kasus Covid-19 Meningkat dari Klaster Perjalanan, Aktifkan RT Siaga

Di momen kedatangan Panglima TNI dan Kapolri, Jumat (6/8/2021) lalu, Walikota Tarakan dr Khairul, M.kes juga ikut memaparkan bagaimana penanganan pand

HO/DISPEN
Walikota Tarakan dr Khairul memaparkan kondisi kasus Covid-19 di Kota Tarakan kepada Panglima TNI dan Kapolri, Jumat (6/8/2021) lalu. HO/DISPEN 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Di momen kedatangan Panglima TNI dan Kapolri, Jumat (6/8/2021) lalu, Walikota Tarakan dr Khairul, M.kes juga ikut memaparkan bagaimana penanganan pandemi Covid-19 di Kota Tarakan.

Dibeberkan Khairul, situasi terkini di Tarakan pandemi ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan.

Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi terkontraksi di minus 0,78 persen dan tri wulan pertama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Tarakan tumbuh positif di angka 0,38 persen.

“Harapan kami, kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen di Tarakan ini,” ujar Khairul.

Ia meuturkan, Kota Tarakan mulai muncul kasus awal 27 Maret 2020 lalu.

Baca juga: Danrem 092/Maharajalila Kalimantan Utara Sambut Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Tarakan

Lalu saat itu, April 2020 Tarakan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua bulan. Dan, selanjutnya dimulai Juni-Juli kegiatan PSBB mulai dilonggarkan.

“Dan alhamdulillah saat itu, bisa ditekan kasus serendah-rendahnya, bahkan di dua bulan terakhir hampir tak ada dirawat di rumah sakit,” jelas Khairul.

Ia menambahkan, ada pula dalam satu bulan terkonfirmasi hanya enam kasus positif, lalu turunlah instruksi harus melakukan New Normal dari pusat, maka pintu masuk baik darat dan laut mulai dibuka.

Dan akhirnya kasus kembali mulai mengalami kenaikan mulai Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020 puncaknya ada di Januari 2021 lalu.

Setelah itu, lanjut Khairul, dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, baik melalui RT Siaga yang sudah dibentuk sejak awal pandemi untuk menopang PSBB saat itu, juga membentuk Kampung Trengginas instruksi Kapolda dan Kapolri.

“Itu bersama-sama kita menurunkan kasus. Dan mulai Februari Februari sampai Mei turun kasusnya. Mei sampai Juni 2021, ada 8 minggu kami tidak merawat pasien di rumah sakit,” bebernya.

Baca juga: Gubernur Zainal Paliwang Paparkan Kondisi Terkini Kaltara, Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 8,14%

Angka kematin di Mei 2021 pun zero. Akhirnya, lanjut Khairul, kenaikan kembali muncul di Juli 2021.

Sebabnya saat itu, arus balik yang berasal dari klaster perjalanan, mereka yang sudah melaksanakan cuti Idulfitri ikut menjadi penyebab kembali kasus konfirmasi positif muncul.

“Kasus pertama kami temukan di Juli itu kasus pelaku perjalanan saat itu, kebanyakan dari kantor baik vertikal dan pemerintah daerah. Itu yang menyebabkan kenaikan kasus Tarakan di Juli 2021,” jelasnya.

Dan saat ini, lanjutnya, terjadi transmisi komunitas pada Juli 2021, dan kasus naik hingga 2.499 dengan tingkat kematian cukup tinggi sampai 69 kasus.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved