Virus Corona

Keampuhan Vaksin Sinovac, Hasil Penelitian WHO Cegah 100 Persen Rawat Inap, Daftar Negara yang Pakai

Keampuhan vaksin Sinovac, hasil penelitian WHO cegah 100 persen rawat inap, daftar negara yang pakai

Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
PASOKAN - Pendistribusian Vaksin Covid-19 bermerk Sinovac ke gudang milik Dinas Kesehatan Kota Balikpapan di awal kedatangan vaksin Covid-19. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merilis keampuhan vaksin Sinovac dan Sinopharm.

Hasilnya, Sinovac disebut ampuh 100 persen mencegah keparahan atau rawat inap akibat infeksi Virus Corona.

Sedangkan Sinopharm, memiliki keampuhan 79 persen mencegah simtomatik dan rawat inap.

Diketahui, Indonesia saat ini kebanyakan menggunakan vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca dalam program Vaksinasi.

Sinovac dan Sinopharm merupakan vaksin buatan China dengan menggunakan virus yang sudah tak aktif.

Indonesia sendiri sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang membuat fasilitas kesehatan menjadi kewalahan.

Baca juga: Bukan Soal Efektivitas, Terkuak Alasan Warga Balikpapan Pilih Vaksin AstraZeneca Dibanding Sinovac

Simak pula daftar negara-negara yang menggunakan vaksin Sinovac untuk program Vaksinasi.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul

Negara-negara yang Gunakan Vaksin Sinovac dan Alasan Mengapa Lebih Cocok untuk Negara Berkembang

Inilah hal-hal yang perlu diketahui tentang vaksin Covid-19 Sinovac, negara-negara mana saja yang menggunakannya.

Simak pula alasan mengapa vaksin asal China ini lebih cocok untuk negara-negara berkembang.

Melalui skema pembagian vaksin global Covax, produser vaksin Covid-19 dari China, Sinovac dan Sinopharm berkomitmen untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berkembang.

Dilansir BBC.com, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (Gavi) mengatakan akan menyediakan 110 juta dosis vaksin sebagai bagian dari skema tersebut.

Covax memiliki perjanjian dengan 11 produsen vaksin dan berencana untuk menyediakan 2 miliar dosis di seluruh dunia pada awal 2022.

Baik Sinopharm dan Sinovac, yang telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) untuk penggunaan darurat, sudah digunakan di China dan puluhan negara lain di seluruh dunia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved