Kamis, 16 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Penanganan Usai Abrasi di Bawah Jembatan Achmad Amins Samarinda Telah Ditentukan

Penanganan pasca abrasi di tepi sungai yang terjadi di bawah eks Jembatan Mahkota Dua, kini Jembatan Achmad Amins, segmen Palaran.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
HO/PT Nindya Karya
Penanganan di lokasi abrasi bawah jembatan Achmad Amins (eks Jembatan Mahkota Dua) beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penanganan pasca abrasi di tepi sungai yang terjadi di bawah eks Jembatan Mahkota Dua, kini Jembatan Achmad Amins, segmen Palaran telah menentukan metode. 

Proyek Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Kalhol yang sempat diminta dihentikan sementara lantaran dapat membahayakan nasib jembatan yang diresmikan pada 2018 lalu ini, mulai digarap. 

Empat bulan usai abrasi di tanah urukan proyek Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Kalhol, metode penanganan jangka panjang mulai dilakukan. 

PT Nindya Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana pembangunan IPA Kalhol, yang juga bertanggung jawab melaksanakan penanganan. 

Baca juga: Kontraktor Terus Bekerja Pasca Abrasi, Jika Jembatan Mahkota II Dibuka Ada Opsi Pembatasan Kendaraan

Penanggungjawab proyek pembangunan IPA Kalhol PT Nindya Karya Rensi mengatakan, bahwa metode penanganan jangka panjang telah ditetapkan sejak akhir bulan lalu. 

Pelaksanaan teknis sendiri diakui telah berjalan selama sepekan. 

"Sudah mulai seminggu lalu. Jadi ada dua metode penanganan, untuk gerusan di dasar sungai pakai soil bag yang ditanam di dasar sungai. Untuk longsor di tepi pakai bor file di sepanjang area longsor, biar tanahnya kuat," beber Rensi pada awak media, Senin (9/8/2021) hari ini.

Kini pelaksanaan teknis masih sebatas pemasangan bor file sepanjang area longsor. 

Sedang, metode soil bag yang direncanakan ditimbun di dasar sungai, masih menunggu pengiriman material. 

Baca juga: Proyek IPA dan Penangan Abrasi di Jembatan Achmad Amins Samarinda Diprediksi Molor

"Soil bag belum mulai kan harus pesan dulu materialnya," sebutnya. 

Dalam penanganan longsor sendiri akan menggunakan dana kedaruratan, seperti yang direncanakan sebelumnya. 

Tetapi untuk taksiran, Rensi belum bisa mengutarakan secara gamblang (rinci). 

"Kalau untuk penanganan darurat kita (PT Nindya Karya) belum tahu nilainya berapa, karena penanganan darurat itu taunya setelah penanganan, beda dengan proyek seperti biasanya," ungkapnya. 

Terkait nasib proyek IPA Kalhol, Rensi menjelaskan jika pengerjaan proyek senilai Rp 114.355.000.000 masih bisa kembali berjalan. Tetapi, sebatas pekerjaan arsitektur saja. 

"Potensi longsornya kan sudah berkurang, kami sudah boleh untuk pekerjaan arsitektur dulu, karena tidak berat dan materialnya sudah ada. Tetapi, kalau bangunan yang besar-besar dan struknya belum jadi, yah belum boleh berjalan," tegasnya. 

Baca juga: Kontraktor Beber Abrasi Bawah Jembatan Mahkota Dua Samarinda Berkurang

Ditargetkan upaya penangan longsor inu selesai pada November 2021 mendatang. 

Dengan demikian, pembangunan IPA Kalhol dapat berjalan secara optimal. Mengingat proyek bersumber dari APBN 2020 ini ditargetkan rampung pada 22 Maret 2022.

"Ini masih diupayakan biar cepat juga, karena (pembangunan IPA) kan kami dibatasi waktu juga," pungkas Rensi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved