Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Bapenda Kaltim Optimis PAD Sektor Pajak Tercapai, Harap Warga Kalimantan Timur Taat

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Timur atau Bapenda Kaltim, Ismiati, optimis pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Hj Ismiati, optimis pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak bisa tercapai hingga akhir tahun, Rabu (11/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Timur atau Bapenda Kaltim, Ismiati, optimis pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak bisa tercapai hingga akhir tahun.

Ismiati menerangkan target yang harus dicapai sektor pajak sebesar Rp 1 triliun, dengan pencapaian hingga saat ini sudah sekitar 59 hingga 60 persen.

"Insyaallah kita optimis saja," Kata Ismiati kepada TribunKaltim.co, Rabu (11/8/2021).

Ia merincikan realisasi PAD dari sektor pajak hampir Rp 6,1 miliar.

Baca juga: Bapenda Kaltim Targetkan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor di Kukar Tahun Ini Capai Rp 284 M

Dimana pajak kendaraan bermotor (PKB) kata Ismiati, sudah terealisasi sebesar Rp 3,2 miliar dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 2,8 miliar.

"Hingga sekarang, memang ada sedikit kontraksi yakni imbas terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kaltim," jelasnya.

Meskipun begitu, daya beli masyarakat untuk kendaraan dirasa Ismiati masih stabil. Walaupun dikatakannya kewajiban masyarakat dalam membayar pajak memang ada sedikit penurunan.

"Ini dikarenakan adanya pembatasan-pembatasan namun tidak terlalu signifikan turunnya itu," lanjutnya.

Disinggung terkait dampak sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah, Ismiati menyebut bahwa sosper yang dilakukan legislatif sangat berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Baca juga: Penerimaan Pajak Kendaraan Motor Naik, Kepala Bapenda Kaltim Beri Diskon Bea Balik Nama 40 Persen

Diharapkannya agar sosperda ini terus dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat betapa pentingnya membayar pajak.

Karena ucapnya, salah satu penggerak roda pemerintah adalah pajak kendaraan atau komponen pajak daerah.

"Jadi dengan adanya sosialisasi ini, paling tidak target kita bisa tercapai. Kalaupun terkoreksi itu hanya 10 persen saja," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved