Virus Corona di Kutim
Melihat Isolasi Terpadu di Kutai Timur, 7 Relawan Melayani Pasien yang Terpapar Covid-19
Kabupaten Kutai Timur tengah berupaya menekan perkembangan Covid-19 yang kebanyakan menular lewat kontak erat
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur tengah berupaya menekan perkembangan Covid-19 yang kebanyakan menular lewat kontak erat.
Berbanding dengan angka penularan melalui perjalanan, di Kutai Timur justru didominasi oleh penularan melalui kontak erat terutama keluarga.
Oleh karenanya, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kutai Timur berupaya memutus penularan ini dengan menyediakan tempat isolasi terpadu (isoter).
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr Bahrani Hasanal mengatakan bahwa isoter ini nantinya akan disediakan bagi warga yang tertular Covid-19.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutai Timur, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 89 Orang dalam Sehari
Ia memprediksi sekitar 7 orang tenaga kesehatan berstatus honorer di berbagai Puskesmas akan ditarik untuk melayani pasien yang berada di isoter.
"Nanti relawan itu kita ambil dari Puskesmas, sekitar 7 orang sudah termasuk dokter. Kita ada dokter yang bisa membantu dari Kecamatan Karangan," ucapnya, Rabu (11/8/2021).
Tempat yang menjadi lokasi isoter sendiri sudah dipersiapkan yakni berada di Gedung Asrama SMAN 2 Sangatta Utara.
Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan memiliki potensi besar untuk menularkan kepada keluarga yang berada di rumah akan diarahkan untuk menjalani isoter.
"Isoter ini untuk mereka yang positif Covid-19 yang tanpa gejala sampai gejala ringan. Tapi, mereka berpotensi menularkan kepada keluarga yang ada di rumah," ujarnya.
Baca juga: Tak Layak Isoman, Pengidap Covid-19 di Kaltim Wajib Jalani Isolasi Terpusat
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kutim, penularan melalui keluarga adalah kontak erat yang paling tinggi.
Kemudian disusul oleh rekan kerja dan penularan dari pasien Covid-19 terhadap tenaga kesehatan. (*)