Jumat, 17 April 2026

HUT Kemerdekaan RI

Puluhan Santri di Tarakan Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 76 Meter

Selain pembunyian sirine tanda detik-detik Proklamasi RI dikumandangkan, kegiatan pembentangan bendera merah putih.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kegiatan pembentangan bendera merah putih digelar tak jauh dari Simpang Empat GTM, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Selain pembunyian sirine tanda detik-detik Proklamasi RI dikumandangkan, kegiatan pembentangan bendera merah putih juga digelar tak jauh dari Simpang Empat GTM, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (17/8/2021).

Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 76 meter dalam rangka menyemarakkan HUT ke-76 RI hari ini.

Dikatakan Muhsinin Alhadi, Guru Taman Baca Tulis Qur'an (TBTQ) Nurkhoir, kegiatan pembentangan bendera Merah Putih ini dalam rangka memperingati dan mensyukuri kemerdekaan Indonesia yang saat ini sudah berusia ke-76 tahun.

“Kami bentangkan bendera sepanjang 76 meter, bersama anak-anak santri saya dari TBTQ Nurkhoir hari ini,” ungkapnya.

Baca juga: Ratusan Pengendara di Tarakan Berhenti Sejenak, Ikut Mengheningkan Cipta HUT RI

Dikatakan Muhsinin, ada 35 orang anak yang merupakan santri TBTQ Nurkhoir yang antusias ikut membentangkan Merah Putih hari ini sekitar pukul 11.17 WITA sembari menunggu detik-detik pembunyian sirine Proklamasi RI.

"Hari ini 35 santri kami ikut dan bersama 8 kakak pembinanya," ujar Muhsinin.

Lebih lanjut dibeberkan Muhsinin, pembentangan Merah Putih sepanjang 76 meter ini sebagai wujud rasa nasionalisme, cinta Tanah Air dan patriotisme yang begitu tinggi untuk Indonesia.

Bendera Merah Putih dibentangkan di area Jalan Jenderal Sudirman sampai di Mapolsek Tarakan Barat.

"Jadi sejak dini kami ajarkan kepada anak-anak bagaimana perjuangan pahlawan bangsa RI di zaman penjajahan sampai akhirnya Indonesia bisa merdeka,” bebernya.

Baca juga: Upacara HUT Ke-76 Kemerdekaan RI di Tarakan Digelar Sederhana

Kemerdekaan berdasarkan Pancasila yang diperoleh tak lepas dari campur tangan Tuhan sehingga sampai saat ini warga Indonesia bisa bebas menikmati kemerdekaan.

Dalam hal ini juga mereka diajarkan memaknai poin-poin Pancasila yang menjadi dasar dalam pembuatan Proklamasi dimana di sana adalah pernyataan diri Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Termasuk ada poin mengajarkan cinta kepada pahlawan yang sudah memperjuangkan NKRI.

"Meskipun dalam kondisi hujan hari ini tak menyurutkan semangat mereka," urai Muhsinin. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved