Rabu, 22 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Tetangga Korban IS tak Ada Dengar Teriakan, Pengelola Gusher Tarakan Nilai Tak Pernah Ada Cekcok

Seorang pedagang, Umar mengaku  sebelum kejadian temuan jenazah IS yang bersimbah darah di lantai 2 ruko Pasar Gusher, tak ada mendengar teriakan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
PENUH KERAMAIAN - Warga sekitar memadati lokasi TKP temuan jenazah IS di ruko lantai 2 RT 3 Kelurahan Karang Rejo, Senin (13/4/2026) malam. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH( 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Seorang pedagang, Umar mengaku  sebelum kejadian temuan jenazah IS yang bersimbah darah di lantai 2 ruko Pasar Gusher, sama sekali tak ada mendengar teriakan atau aktivitas mencurigakan di TKP.

Umar yang diwawancarai media menyampaikan, informasi yang pertama kali menemukan adalah sepupu IS sendiri berinisial YU.

Umar sendiri saat kejadian temuan posisinya baru pulang salat Isya. Pulang dari salat ia melihat situasi belum begitu ramai. 

"Belum ramai juga, tapi enggak ada juga kulihat orang-orang," ujar pemilik nama asli bernama Masri ini.

Umar sendiri secara pribadi tak begitu akrab. Namun IS memang terlihat sering berjualan membantu orangtuanya.

"Kalau itu ya sering. Sering jualan. Terakhir ketemu saya juga lupa. Mungkin kemarin terakhir ketemu.  Saya juga enggak fokus kan,  baru-baru ini. Saya juga lupa hari ini (kemarin)," ujarnya.

Ia melanjutkan lagi, memang keseharian kadang IS menginap di ruko. Kadang juga menginap di bagian kandang karena di belakang ruko ada tempat pemotongan ayam. Orangtua IS inisial B dan istrinya inisial A. IS

Ia sendiri sudah berjualan sejak tahun 2001 lebih dulu dari orangtua IS. Sepengetahuan Umar Pasangan B dan A punya dua anak namun informasinya berstatus anak angkat. Keduanya berinisial IS dan satu lagi inisial A. 

Sementara itu, Agus Toni, pengelola Pasar Gusher, membebeberkan untuk penyewa  ruko  sudah menyewa kurang lebih lima tahun.Selama menyewa tak ada cekcok dan normal saja. "Sama kami pengelola biasa-biasa saja," beber Toni.

Senada dengan tetangga ruko, Agus Toni juga menyampaikan tak ada informasi cekcok atau keributan yang didengar.

"Saya dikabari jam 9 an malam. Sampai sini sudah ramai. Kalau kami baru datang dan masih proses penyelidikan," ujarnya.

Di jejeran ruko TKP memang bercampur penjualannnya. Ada yang menjual sembako, ada yang menjual telor dan sayur serta ayam potong.

"Mereka di jejeran ini ada sewa. Mereka nyewa ke pengelola," tukasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved