Virus Corona di Bontang

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Bontang Belum 50 Persen

Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, berjalan lambat.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Pendistribusian vaksin Covid-19 untuk Pemkot Bontang beberapa lalu. Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, belum sampai 50 persen, Rabu (18/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, berjalan lambat.

Dari catatan Tim Satgas Covid-19 Bontang, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama, per Agustus ini, baru mencapai 43.473 orang, atau setara 30,2 persen.

Sementara capain vaksin dosis dua baru menjangkau 30.659 orang, atau setara 22,8 persen.

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19, Adi Permana menuturkan, progres cakupan vaksin Covid-19 yang lambat ini diakibatkan kuota jatah vaksin dari pemeritah pusat terbatas.

Baca juga: Belum Terima Surat Resmi, RS PKT Bontang Masih Beri Harga Tes PCR Rp 900 Ribu

Kadang setiap sepekan, pemerintah pusat hanya mendistribusikan 50 vial vaksin yang bagi tiga instansi yakni Dinas Kesehatan, TNI dan Polri.

"Tiap minggu jatahnya kadang cuman segitu. Kita aja sering dapat keluhan dari masyarakat. Karena tidak dapat jatah vaksin," beber Adi saat dikonfirmasi TribunKaltim.co pada Rabu (18/8/2021).

Jika terus-terusan seperti ini, kata Adi, target Hard Immunity akan sulit dicapai distribusi vaksin terhambat.

Hard Immunity ini akan bisa tercapai jika cakupan vaksinasi lebih dari 70 persen.

Baca juga: Update Covid-19 Bontang, 119 Pasien Dinyatakan Sembuh, Empat Orang Meninggal Dunia

"Pemerintah pusat tuntut kita percepat target hard immunity. Tapi jatah distribusi vaksin selalu sedikit. Jadi kami juga bingung sendiri," terang Adi.

Adi pun berharap agar pemerintah pusat bisa menambah jatah kuota vaksin.

Sehingga, instruksi presiden yang menargetkan percepatan Hard Immunity itu segara direalisasi.

"Memang harus ditambah. Gimna kita percepat kalau jatah kuota vaksin selalu sedikit," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved