Virus Corona di Bontang
Belum Terima Surat Resmi, RS PKT Bontang Masih Beri Harga Tes PCR Rp 900 Ribu
Tarif pemeriksaan PCR di Rumah Sakit (RS) Pupuk Kalimantan Timur (PKT), belum mengikuti standar harga yang sesuai instruksi.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Tarif pemeriksaan PCR di Rumah Sakit (RS) Pupuk Kalimantan Timur (PKT), belum mengikuti standar harga yang sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.
Sejauh ini, RS PKT Bontang diketahui masih mematok tarif tes PCR seharga Rp 900 ribu.
Padahal dalam instruksi resmi Presiden Jokowi SE Nomor: HK.02.02/I/2845/2021, mengatur tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR.
Dengan maksimal tarif yang diatur yakni Rp 495 ribu untuk di pulau Jawa dan Bali.
Baca juga: Soal Tarif PCR Masih Tahap Koordinasi, Dinkes Bontang Belum Ikuti Instruksi Presiden Jokowi
Sementara untuk di luar pulau Jawa, tarif harga maksimal yang ditetapkan seharga Rp 525.000.
HLO RS PKT Bontang, Nanik Tunggal mengakui jika pihaknya masih menggunakan tariflah.
Hal itu lantaran manajemen RS PKT belum menerima langsung SE resmi dari pemerintah, terkait batas maksimal harga PCR.
"Secara pasti belum, saat ini masih menggunakan tarif yang lama, kami belum mendapat surat edaran," kata Nanik saat dikonfirmasi, Rabu (18/8/2021).
Selain itu, terkait wacana penurunan harga PCR ini juga pastinya akan di koordinasikan lebih lanjut oleh pihak manajemen RS PKT.
Baca juga: NEWS VIDEO Antusias Masyarakat Ikuti Upacara On The Road HUT ke 76 RI di Bontang
Kemungkinan setelah ada keputusan nanti, pihaknya tentu akan langsung menginformasikan terkait update harga terbaru.
"Biasanya kalo sudah ada update terbaru, bakal di launching, nanti kami infomasikan," terangnya.
Ditanya mengenai durasi hasil tes PCR yang juga diminta bisa keluar 1X24 jam, Nanik mengatakan itu tergantung jumlah dari sampling tes.
Jika sampling yang diperiksa sedikit, waktunya bisa capai 1X24 jam.
Baca juga: Belum Terima Surat Resmi dari Presiden Jokowi, Harga Tes PCR di Bontang Masih di Kisaran Rp 800 Ribu
Tetapi kalau samplingnya banyak, maka durasi waktunya kurang lebih 1 sampai 3 hari.
"Alat juga tidak bisa dipaksa, takutnya eror," pungkasnya. (*)