Senin, 27 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Kasus Covid-19 Turun, Walikota Rahmad Masud Pertimbangkan PTM di Balikpapan

Walikota Balikpapan Rahmad Masud kembali mempertimbangkan rencana kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Walikota Balikpapan Rahmad Masud kembali mempertimbangkan rencana kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mengingat kasus Covid-19 mengalami penurunan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rahmad Masud kembali mempertimbangkan rencana kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Rencana itu kembali dipertimbangkan seiring dengan penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebagaimana diketahui di Kota Balikpapan, dalam sepekan terakhir kasus positif Covid-19 hanya berkisar 100-an kasus.

“Kita lihat dulu apabila melandai status Balikpapan turun level, sesuai regulasi bisa saja ditinjau tatap muka," ujarnya, Jumat (20/8/2021).

Sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, Pemerintah Pusat telah memberi kesempatan bagi kabupaten/kota yang berada wilayah PPKM level 1-3, yakni untuk kembali melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah pada setiap daerah yang masuk dalam kategori itu.

Baca juga: PTM di Balikpapan Berpeluang Dibuka, Muhaimin Tunggu Rekomendasi Satgas Covid-19

Atas kebijakan tersebut, Rahmad Masud akan kembali melihat perkembangan penyebaran Covid-19.

Apabila sesuai dengan jadwal PPKM level 4 di Kota Balikpapan, maka akan berlaku hingga 23 Agustus 2021 ini.

"Sekarang Balikpapan masih berstatus level 4. Kalau turun level ada kemungkinan kita akan ikuti regulasi yang memperbolehkan sekolah tatap muka," tuturnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengikuti regulasi yang ditetapkan, apabila sudah turun level menjadi level 3.

Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Balikpapan.

Rencananya, pembelajaran tatap muka akan dilakukan sesuai dengan kondisi zona di setiap wilayah, namun tidak dibuka untuk wilayah zona merah.

"Jangan sampai kota teledor atau jumawa dengan kondisi ini, khawatirnya kondisi malah naik lagi dan terjadi penularan,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved