Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemerintah Lebih Intens Sosialisasikan Vaksin Covid-19

Vaksinasi massal yang digelar di masjid Islamic Center Kota Samarinda pada hari ini, Rabu (25/8/2021) terpaksa dibatalkan

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Sekretariat Komisi III DPRD Kaltim Salehuddin. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Vaksinasi massal yang digelar di masjid Islamic Center Kota Samarinda pada hari ini, Rabu (25/8/2021) terpaksa dibatalkan.

Sebab pengurus masjid menolak menggunakan vaksin Astrazeneca sebanyak 1000 dosis itu.

Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan non halal dalam vaksin tersebut.

Namun pemerintah pusat mengizinkan vaksin itu digunakan dan sudah diputuskan oleh MUI pusat untuk mempersilahkan menggunakan vaksin tersebut.

Hal tersebut direspon oleh komisi IV DPRD Kaltim.

Sekretariat komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin mengatakan, peristiwa tersebut karena adanya miskomunikasi antara pemerintah dengan pengurus masjid.

Baca juga: Penyelesaian Vaksinasi Malinau Capai 18,09 Persen, Warga Menanti Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Menurutnya pemerintah dan beberapa instansi terkait kurang memberikan informasi terkait manfaat serta dampak yang diberikan jika divaksin menggunakan Astrazeneca.

Untuk itu, ia meminta agar dinas kesehatan baik wilayah Kabupaten, Kota ataupun provinsi memberikan klarifikasi serta informasi terkait vaksin tersebut.

"Dinkes berikan klarifikasi saja kepada bersangkutan organisasi dari yayasan Islamic center komposisi Astrazeneca mendapat label halal dari MUI menjadi kekhawatiran apa saja harus dijelaskan pihak berwenang,", ucapnya.

Ia khawatir jika komunikasi tidak intens maka akan menjadi stigma negatif ke masyarakat terkait vaksin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved