Berita Penajam Terkini
Penampakan Tower Penajam yang Diprediksi Telan Anggaran Rp 150 M, Bupati AGM Sandingkan dengan Monas
Penampakan Tower Penajam yang diprediksi telan anggaran hingga Rp 150 miliar, Bupati AGM sandingkan dengan Monas.
Ada juga yang menyentil soal bantuan korban kebakaran.
Baca juga: Anggota DPRD PPU Ini Dukung Pemkab Bangun Penajam Tower Sebagai Ikon Daerah
"RUMAH BANTUAN KORBAN KEBAKARAN DULU PAK DI URUS DISELESAIKAN,SUDAH MASUK 2 THN RUMAH BANTUAN GK SELESAI,PIKIRKAN KORBAN KEBAKARAN DULU PAK BARU BANGUN MONAS," tulis akun wawan_hr
Untuk keluhan warga ini, Abdul Gafur Masud juga sudah memberikan jawaban dan berjanji akan segera menyelesaikannya.
"Nanti saya ambil ahli dari sebelumnya. Karna ketua pembangunan sudah ditunjuk sebelumnya," tulis AGM.
Progres Tower Penajam
Dilansir dari halaman LPSE Kabupaten PPU, proyek Tower Penajam ini kembali dianggarkan pada tahun ini dengan anggaran perencanaan.
Dalam pengumuman LPSE disebutkan nilai HPS paket perencanaan pembangunan tersebut mencapai Rp 3,7 miliar.
Setelah melalui proses lelang, akhirnya PT Pandu Perkasa asal Kota Bandung menjadi pemenang lelang dengan nilai Rp 2,9 miliar lebih.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Edi Hasmoro ketika dikonfirmasi TribunKaltim.co belum memberikan jawaban.
Baca juga: Pemenang Perencanaan Tower Penajam Diumumkan, Anggaran Pembangunan Diprediksi Rp 150 Miliar
Kepala PUPR, Edi Hasmoro belum memberikan balasan pesan singkat yang dikirimkan TribunKaltim.co.
Sebelumnya, Edi Hasmoro mengatakan bahwa perencanaan pembangunan ini telah masuk pada APBD Pemerintah daerah dan dalam tahap perencanaan dengan nilai Rp 3,4 Miliar.
"Pembangunan tower penajam ini sudah masuk di APBD kita, mulai belanja modalnya dan perencanaannyanya.

Sekarang ini dinas PUPR baru proses ke tahap perancanaan Tower Penajam nilainya kurang lebih Rp 3,4 miliar," ujarnya beberapa waktu lalu.
Bulan Januari 2021 lalu, Edi Hasmoro mengungkapkan, bahwa pihaknya memperkirakan pembangunan Tower Penajam akan menelan anggaran hingga Rp 150 miliar, dengan skema pembiayaan tahun jamak (multiyears).
"Kalau fisik itu rencana awal memang Rp 150 miliar. Kalau sekarang ini dari anggaran APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sekitar Rp 2 miliar yang masuk dalam kerangka multyears.