Virus Corona di Samarinda
Capaian Vaksin Covid-19 Bagi Disabilitas di Samarinda Masih 10 Persen, Ini Kata PPDI
Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi bagi seluruh golongan masyarakat untuk segera mencapai kekebalan komunal
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi bagi seluruh golongan masyarakat untuk segera mencapai kekebalan komunal.
Namun bagi masyarakat penyandang disabilitas terutama di Samarinda, disebutkan capaian vaksinasi masih mencapai 10 persen dari total penyandang disabilitas yang terdata sekitar 1000 jiwa.
Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Samarinda, Rica Rahim, saat ditanya oleh tribunKaltim.Co, Minggu (29/8/2021) melalui sambungan telepon.
Ia mengatakan bahwa sesungguhnya sudah ada beberapa penyelenggara vaksinasi yang bertanya dan menawarkan pemberian vaksin Covid-19 bagi disabilitas di Samarinda.
Namun menurutnya masih ada beberapa kendala yang menyebabkan jangkauan vaksinasi bagi penyandang disabilitas di ibu kota Kalimantan Timur ini masih belum maksimal.
Baca juga: Lakukan Pendataan Penerima Melalui Sekolah, Pemkab Kubar Tunggu Kiriman Stok Vaksin Covid-19
"Memang tawarannya banyak untuk vaksinasi bagi teman-teman disabilitas, tetapi kendalanya keterbatasan dari penyandang disabilitas dan masih banyak juga yang belum memahami betul apa gunanya vaksin seperti itu," jelas Rica.
Keterbatasan yang dimaksud adalah kemampuan bagi penyandang disabilitas tertentu untuk mengakses dan menjangkau lokasi vaksinasi.
Dikatakan Rica, bagi penyandang disabilitas tertentu membutuhkan pendampingan, karena tak semuanya dapat menjangkau fasilitas kesehatan (Faskes) atau penyelenggara vaksinasi secara mandiri.
"Kami juga sudah menerima informasi beberapa puskesmas membuka kuota vaksin bagi disabilitas, namun belum tentu penyandang disabilitas itu bisa menjangkau contohnya seperti down syndrome atau semacamnya yang perlu didampingi untuk mendapatkan vaksinasi," ungkapnya.
Maka dari itu, ketua PPDI kota Samarinda tersebut mendorong agar vaksinasi bagi difabel dapat menjangkau ke rumah-rumah penyandang disabilitas.
"Harapan kami ada kepada salah satu pihak penyelenggara vaksin, namun sampai saat ini belum ada komunikasi lanjutan karena vaksinnya juga belum ada," ujar Rica menambahkan.
Saat ini disabilitas di Samarinda yang mendapatkan vaksinasi masih sekitar 100 sampai 150 orang.
Mereka pun mendapatkan akses vaksinasi itu karena masuk dalam kelompok-kelompok tertentu seperti karyawan perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rumah Sakit Jiwa daerah (RSJD) Atma Husada yang dikatakan mengadakan vaksin khusus disabilitas namun masih dalam jumlah kecil.
"Harapan kami apabila nanti ada kesempatan vaksin bagi disabilitas, dapat menjangkau ke rumah-rumah penyandang disabilitas untuk menyentuh mereka yang tidak dapat datang ke tempat penyelenggaraan vaksin atau faskes," tutur Rica.
Untuk data, PPDI sendiri telah memiliki data disabilitas berdasarkan alamat yang dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan vaksinasi tersebut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemerintah-terus-mendorong-percepatan-vaksinasi-bagi-seluruh-golongan-masyarakat.jpg)