Breaking News:

Virus Corona di Kukar

64 Anak di Kukar Yatim Piatu, Orangtua Mereka Meninggal karena Covid-19, Pemkab Salurkan Bansos

Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini meninggalkan banyak duka di masyarakat.

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO
Presiden RI Joko Widodo saat video call anak yatim piatu di Tenggarong yang ditinggal kedua orangtuanya akibat Covid-19 beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini meninggalkan banyak duka di masyarakat.

Bagaimana tidak, selain kesulitan ekonomi dan kesehatan, banyak juga anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat ditinggal orangtuanya yang wafat karena terpapar Covid-19.

Bahkan, di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tercatat sekitar 64 anak yang menjadi yatim piatu akibat pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat kepada awak media.

“Info sementara dari kawan di Dinas Sosial jumlah anak ada 64 orang,” katanya.

Baca juga: Gubernur Kaltim Minta Walikota dan Bupati Data Anak Yatim Piatu yang Terdampak Covid-19

Lebih lanjut dia mengatakan, 64 anak tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di Kukar, di antaranya Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Sangasanga, Muara Badak dan Marang kayu.

“Sementara ada dua kecamatan lagi yang masuk, yaitu kecamatan Kota Bangun dan Tenggarong Seberang, tapi datanya masih dalam proses validasi untuk di nput,” jelasnya.

Ia menerangkan, Pemkab Kukar sudah memiliki Perda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, yakni Perda Nomor 12 tahun 2020 tentang Perubahan Perda No 20 Tahun 2013.

Yang mana, ucap dia, Pada Perda Nomor 12 tersebut di dalam pasal 19 disebutkan bahwa pemda wajib menyelenggarakan kesejahteraan sosial di antaranya bagi anak yang tidak memiliki orangtua dan anak korban bencana alam serta bencana sosial.

“Ini berarti masuk kategori pada situasi pandemi saat ini di mana ada anak-anak yang ditinggal oleh orangtuanya karena meninggal disebabkan Covid-19,” jelasnya.

Baca juga: Beri Santunan Yatim Piatu Korban Covid-19, Gubernur Kaltim Isran Noor: Bukan Cari Popularitas

Selanjutnya, kata Taufik, Pemda Kukar juga sudah memiliki Perbub No. 65 tahun 2019 tentang pedoman hibah dan bantuan sosial yang mana di pasal 28 ayat 1, 2 dan 3 ada kriteria anak yatim piatu dan bantuan yang bisa diberikan, yakni berupa uang, beasiswa dan juga bisa berupa barang bantuan makanan dan pakaian.

“Tapi Perbub ini juga sedang dalam proses perbaikan atau direvisi terkait dengan penyederhanaan dan kemudahan proses mekanisme pemberian hibah atau bantuan sosial,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved