Jumat, 1 Mei 2026

Virus Corona di Malinau

Penyaluran Vaksin di Malinau Adopsi Pola Baru, Melalui Kecamatan dan Desa

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau menerapkan pola baru penyaluran stok dosis vaksin di Kabupaten Malinau.

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (30/8/2021). TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau menerapkan pola baru penyaluran stok dosis vaksin di Kabupaten Malinau.

Sebelumnya, suplai vaksin disalurkan kepada sasaran secara terpusat, dilaksanakan secara massal dan terkonsentrasi di satu titik pelaksanaan.

Saat ini, pola pelaksanaan mengalami penyesuaian.

Satgas melalui Dinas Kesehatan P2KB Malinau menyalurkan stok vaksin melalui kecamatan dan diteruskan hingga ke tingkat desa.

Ketua Satgas Penangangan Covid-19 Malinau, Wempi W Mawa menerangkan ada beberapa sebab mengapa metode penyaluran tersebut diadopsi.

Baca juga: Belum Ada Stok Vaksin Covid-19 untuk Pelajar di Malinau, Penyaluran Disebut tak Melalui Dinkes

“Biasanya penyaluran dilaksanakan secara terpusat di satu lokasi. Sehingga ada risiko lain yang akan terjadi, vaksinasi malah memicu terjadinya kerumunan. Pola ini kita ubah supaya risiko kerumunan minim,” ujarnya, Senin (30/8/2021).

Selain itu, metode distribusi vaksin melalui masing-masing kecamatan menurutnya juga untuk tujuan pemerataan dan transparansi pemetaan calon sasaran.

Data sasaran dinilai jauh lebih akurat sebab berasal dari masing-masing desa.

Siang tadi Satgas Penanganan Covid-19 Malinau meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di desa dari 3 kecamatan di Kabupaten Malinau, yakni di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat dan Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang.

Wempi W Mawa menjelaskan metode penyaluran pola baru tersebut juga akan memetakan persentase penyaluran di tiap kecamatan dan desa, serta menemukan beberapa persoalan vaksinasi seperti keengganan masyarakat untuk divaksin.

Baca juga: Penyelesaian Vaksinasi di Malinau 19,34 Persen, Dinas Pendidikan Tunggu Stok Vaksin Bagi Siswa

“Metode penyaluran diserahkan ke tingkat desa sebab yang mengetahui data adalah pihak desa. Jadi sasarannya jelas. Dari sini juga akan mengurai jika ada persoalan vaksinasi. Contohnya ada yang masih enggan divaksin, nanti datanya akan kelihatan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved