Jembatan Mahakam Ditabrak
Abutmen Jembatan Mahakam Pecah akibat Ditabrak Tongkang, Serpihan Beton Diamankan Polisi
Kepolisian Resor Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yakni Satuan Polairud yang ikut memeriksa terkait insiden tertabraknya Jembatan Mahakam ol
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satuan Polairud Polresta Samarinda ikut memeriksa terkait insiden tertabraknya Jembatan Mahakam oleh kapal tongkang.
Pihaknya mengamankan serpihan beton yang bercecer di kapal tersebut.
Polisi juga ikut memeriksa dua orang yang terlibat insiden, dan berencana memeriksa agen kapal pada Selasa (31/8/2021) hari ini.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Polairud Polresta Samarinda AKP Iwan Pamuji ditemui di markasnya, area Dermaga Sungai Kunjang, Selasa (31/8/2021) menjelaskan hal tersebut.
"Dua saksi sudah kami periksa, nahkoda kapal dan KKM. Rencana hari ini agen kapal kami periksa. Hari ini datang langsung dari Jakarta," tuturnya.
Baca juga: Buntut Kapal Tongkang Tabrak Jembatan Mahakam Samarinda, Polisi Periksa Pihak Agen dari Jakarta
Pemeriksaan yang berlangsung kemarin ini, perihal kronologis kapal tongkang ukuran 300 feet bernama lambung Intan Kelana 13 yang memuat batubara berjumlah 7.640 matriks ton (MT) dan digandeng oleh TB JKW Mahakam 2 saat menabrak Jembatan Mahakam.
AKP Iwan Pamuji mengatakan bahwa dari keterangan yang didapat, kapal TB penarik akan bermanuver.
"Keterangan KKM, kejadian terjadi pukul 06.30 WITA, dan bukan jam penggolongan (melintas kolong Jembatan). Dia (kapal) berencana mau tambat dulu," sebutnya.
"Dia akan cikar kiri (manuver ke kiri) tapi mesin kanan mengalami mati," imbuhnya.
Nakhoda berinisial MI (35) dan Kepala Kamar Mesin (KKM), YM (39) diperiksa guna mengecek kebenaran terkait insiden serta perihal mesin kapal yang mati.
Keterangan tersebut juga dilakukan pengecekan lapangan pasca kejadian tertabraknya Jembatan.
Baca juga: Akui Pilar Jembatan Mahakam Kena Tabrak Tongkang, Besok BBPJN Kaltim Keluarkan Hasil Investigasi
Sat Polairud Polresta Samarinda sendiri kemarin bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) melakukan pengecekan sekaligus melihat dampak benturan.
"Saat kami cek, tali gas (kapal) memang putus. Kapal itu melintang, tetapi tidak ada power untuk manuver dan larut (terbawa arus). Tali towing terhentak dan putus. Tongkang hilang kendali dan ikuti arus. Kapal TB penarik juga mengejar dan menahan namun mesin mati jadi tidak maksimal, akhirnya menghantam jembatan," beber AKP Iwan Pamuji.
Saat ditanya kapal tersebut berasal dari mana, tujuan dan jadwal penggolongan, AKP Iwan Pamuji juga telah berkoordinasi dengan unsur maritim yakni KSOP Klas II Samarinda dan Pelindo IV Cabang Samarinda.
Dia menerangkan bahwa TB JKW Mahakam 2 yang menarik Intan Kelana 13 bermuatan emas hitam datang dari kawasan Jembayan, Kukar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pemeriksaan-pihak-sat-polairud-polresta-samarinda-serta-bpjn-kaltim.jpg)