Kamis, 16 April 2026

Berita Berau Terkini

Terdapat 16 Titik Panas di Kabupaten Berau, BPBD Masih Siaga Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Berau menjelaskan sebagian besar titik panas tersebut berada di wilayah pesisir.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
HO/BPBD Berau
Karhutla yang terjadi di Kabupaten Berau beberapa waktu lalu. Saat ini, titik panas masih menjadi pantauan serius. HO/BPBD Berau 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Titik panas ataupun hotspot tersebar di Berau dengan jumlah 16 titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Berau menjelaskan sebagian besar titik panas tersebut berada di wilayah pesisir. Diakui, titik panas di Berau menjadi yang terbanyak di Kalimantan Timur.

Kasi Kedaruratan BPBD Berau, Askar Husairi mengatakan, pemantauan titik panas bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi khusus yang dimiliki BPBD dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Titik panas paling banyak itu di Berau. Itu berdasarkan data dari BMKG. Dengan total 16 titik. Kemudian disusul Kutai Barat sebanyak 4 titik, Kutai Kartanegara 3 titik,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co Rabu (1/9/2021).

Sementara itu, titik panas tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, yakni dapat berasal aktivitas pertambangan batu bara, maupun berasal dari bias atap.

Baca juga: Antisipasi Karhutla, Kepala BPBD Berau Minta Warga yang Ingin Buka Lahan Lapor ke Kepala Kampung

Lantaran hal itu, pihak mereka sering terkecoh. Sebab seringkali terbaca oleh titik panas, namun saat dipantau ke lokasi ternyata tidak ada sumber api.

Sebagai antisipasi, Askar mengakui hampir seluruh kecamatan telah didirikan posko pemantauan Karhutla. Tidak termasuk di Tanjung Redeb ataupun Maratua.

Lanjutnya, pendirian posko siaga karhutla atau pemantau karhutla, didirikan berdasarkan kajian akademik secara khusus. Di mana, potensi karhutla di Kecamatan Maratua terbilang cukup kecil. Sehingga, di pulau terluar Indonesia tidak didirikan posko.

“Kalau di Tanjung Redeb tidak dibangun posko, karena lansung diambil alih, dan ada juga dari kehutanan,” jelasnya.

Askat melanjutkan, jika terpantau kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan pihaknya akan mengirimkan bala bantuan, beberapa personel dan unit telah siap untuk diterjunkan,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved