Kamis, 23 April 2026

Anak Tenggelam di Samarinda

Tubuh Bocah Tenggelam di Sungai Lok Bahu Samarinda Belum Ditemukan

Tiga jam dilakukan pencarian, tubuh Faisal (11) remaja yang tenggelam di anak sungai Lok Bahu, Jalan Revolusi

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI
Basarnas Samarinda, Damkar, Polresta dan relawan gabungan juga ayah korban berupaya mencari bocah yang tenggelam diduga terpeleset saat bermain mandi di sekitar sungai Jalan Revolusi tembusan Gang Kasih Jalan M Said Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Kalimantan Timur, sekitar pukul 14.00 Wita, Kamis (2/9/2021).  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tiga jam dilakukan pencarian, tubuh Faisal (11) remaja yang tenggelam di anak sungai Lok Bahu, Jalan Revolusi, RT 31, Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tidak kunjung ditemukan.

Bahkan dari pantauan TribunKaltim.co, ayah korban yang nampak menggunakan baju kemeja berwarna biru muda ikut terjun ke anak sungai untuk menyelam mencari keberadaan tubuh anak tersebut.

Pukul 16.30 WITA Badan SAR Nasional (Basarnas) Unit Siaga SAR Kota Samarinda akhirnya terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian korban.

Riqi Efendi selaku Koordinator Basarnas Unit Siaga Sar Samarinda menjelaskan kronologis awal tenggelamnya korban.

Baca juga: Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Lok Bahu Samarinda Diwarnai Informasi Hoaks

Berdasarkan keterangan rekan korban, saat terpeleset rekannya yang bisa berenang berupaya menolong korban.

Tetapi lantaran tidak bisa berenang, korban akhirnya panik hingga terlepas dan hanyut terbawa arus sungai.

"Masyarakat sekitar ketika mengetahui langsung melakukan pencarian korban namun tidak terlihat lagi," jelasnya.

Namun hingga waktu menunjukan pukul 18.00 Wita, tubuh remaja 11 tahun tersebut tak kunjung ditemukan.

Baca juga: BREAKING NEWS Seorang Anak di Lok Bahu Samarinda Tenggelam Saat Hendak Menyeberangi Sungai

Hingga membuat para warga, relawan dan Basarnas sendiri menghentikan pencarian untuk sementara.

Riqi menjelaskan pencarian dihentikan sementara dikarenakan tidak ada SOP penyisiran Basarnas pada malam hari.

"Karena terkait keselamatan tim. Tapi kita tetap memonitor di area sungai. Kita sudah memasang lampu penerangan dan standby di lokasi (TKP)," jelas Riqi kepada media.

Untuk upaya pencarian sendiri Riqi menyebut ada 2 penyelam yang diturunkan dengan dibantu Disdamkar, jajaran Polresta dan relawan Kota Samarinda.

Baca juga: Kesaksian Warga Samarinda soal Detik-detik Korban, Sebelum Hilang Terbawa Arus Sungai Lok Bahu

Ia menjelaskan kendala pencarian adalah arus anak sungai sedalam 5 meter tersebut sangat deras serta visibility atau jarak pandang penyelam yang 0 meter.

"Jadi rekan kita melakukan penyelaman dengan meraba karena ada obstacle (rintangan) berupa serpihan kayu dari sisa renovasi jembatan," terangnya.

Untuk posisi korban sendiri diprediksikannya terbawa arus mengingat korban terakhir terlihat 70 meter dari lokasi awal terjatuh.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved