Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Antisipasi Virus ASF Babi, Distan Kubar Terjunkan Tim ke Bumi Tanaa Purai Ngeriman

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dibuat resah dengan informasi belasan ternak babi yang dikabarkan mati mendadak baru-baru ini

Editor: Mathias Masan Ola
Humas Pemkab Kubar
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kubar, Sapriansyah ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/9/2021). Humas Pemkab Kubar 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dibuat resah dengan informasi belasan ternak babi yang dikabarkan mati mendadak baru-baru ini di salah satu kampung di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Keresahan Distan Kubar ini bukan tanpa alasan. Sebab dari informasi yang beredar, ada kemungkinan virus ASF saat ini sudah masuk ke wilayah Kubar dan juga Mahakam Ulu (Mahulu). Apalagi beberapa hari lalu di Mahulu juga diketahui banyak hewan ternak babi yang mengalami hal serupa.

"Ada informasi belasan ekor hewan ternak babi yang mati mendadak di Mahulu. Kemudian dapat laporan juga bahwa  di sini (Kubar) juga terjadi," kata Kepala Distan Kubar, Petrus melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sapriansyah pada Kamis (2/9).

Belasan ekor hewan ternak yang mati mendadak tersebut diketahui berlokasi di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan yang tidak begitu jauh dari pusat ibu kota kabupaten.

“Sehingga Distan Kubar pun segera berkoordinasi untuk turun ke lapangan dan mengambil sampel untuk dikirim ke laboratorium Provinsi agar bisa segera diperiksa, tim akan turun kesana untuk ambil sampelnya," ucapnya.

Baca juga: Diduga Terjangkit Virus, Belasan Hewan Babi Ternak di Kutai Barat Mendadak Mati

Kemungkinan virus tersebut menjangkiti hewan ternak di wilayah Kubar memang sangat dikhawatirkan. Apalagi saat ini Kubar juga sedang mengembangkan sentra peternakan babi.

Sehingga sangat besar risikonya untuk hewan ternak babi ini mati mendadak jika memang virus tersebut memang sudah ada di Kubar.

"Memang ini tidak berpengaruh pada manusia dan hewan lain. Tapi jika terjangkit di hewan ternak babi lainnya maka sentra peternakan babi di sini bisa habis semua,” katanya.

Untuk itu, upaya lain yang dilakukan oleh Distan Kubar selama menunggu hasil pemeriksaan sampel adalah memberikan injeksi antibiotik pada hewan ternak di sekitar lokasi tersebut. Selain itu, akan menelusuri lagi bagaimana hewan ternak tersebut bisa mati mendadak.

"Awal mulanya kan ini kejadian ini di Berau, kemudian Kutim dan sekarang Mahulu juga. Kalau di Berau itu sudah positif ASF. Yang kita khawatirkan bahwa virus ini dikarenakan peternak ada membeli bibit hewan yang terjangkit. Mungkin karena murah dan tidak tahu," tandasnya. (HMS36/adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved