Gaya Hidup
Harbolnas 9.9, Berburu Barang Bagus Tapi Murah, Kisah Pehobi Belanja Tunggu Promo iPhone 12 Rp 1.000
Harbolnas 9.9, Berburu Barang Bagus Tapi Murah, Kisah Pehobi Belanja Tunggu Promo IPhone 12 Rp 1.000
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harbolnas 9.9, berburu barang bagus tapi murah, kisah pehobi belanja tunggu promo iPhone 12 Rp 1.000 di marketplace.
Setiap 9 September, berbagai situs belanja menggelar diskon besar-besaran.
Barang yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kebutuhan gaya hidup, perlengkapan rumah tangga, hingga produk kesehatan dengan harga lebih miring.
Belum lagi adanya penawaran gratis ongkos kirim yang hanya berlaku pas Hari-H.
Tahun ini, puluhan e-commerce pun ikut meramaikan Harbolnas. Penawaran sudah dimulai sejak jauh hari untuk menggaet calon pembeli belanja online.
Biasanya Harbolnas selalu disambut gembira oleh pehobi belanja barang-barang murah di marketplace.
Lyana Agatha Otniel merupakan satu di antara penggemar produk kaus dari brand Erigo, menjadikan Harbolnas sebagai ajang untuk berburu baju dari merek kesayangannya tersebut.
Ia mengatakan meskipun terbilang jarang berbelanja baju secara online, namun khusus untuk produk brand ternama satu ini ia berani menyempatkan waktu untuk berburu di marketplace.
"Saya termasuk orang yang menyukai kaus dan sejauh ini ada beberapa merek kaus yang menjadi favorit saya termasuk di antaranya adalah merek Erigo. Tapi untuk baju-baju lainnya, khususnya baju formal untuk bekerja, biasanya saya lebih memilih membelinya secara on the spot," ujar wanita yang sering disapa Agatha ini.
Wanita muda berusia 25 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya termasuk orang yang suka berbelanja secara daring. Adapun barang yang sering dibelinya adalah makanan kering, make up, dan stationery.
Uniknya, Agatha yang sering kali pulang pergi Jakarta-Balikpapan ini cenderung lebih banyak membeli barang secara daring ketika ia berada di Jakarta.
Hal ini dikarenakan menurutnya biaya ongkos kirim dari Jakarta jauh lebih murah dibanding ketika ia berada di Balikpapan.
"Jadi biasanya saya lebih dahulu memasukkan barang-barang yang ingin dibeli ke dalam kantong belanja atau fitur wishlist. Setelah berada di Jakarta, barulah barang-barang tersebut akan saya check out. Terkadang saya juga melakukan pembelian dari Balikpapan, tapi biasanya hal ini saya lakukan jika memiliki voucher gratis ongkir. Karena tidak jarang ongkir ke Kalimantan jauh lebih mahal dibanding harga barang itu sendiri," jelasnya.
Kembali ke Harbolnas, meskipun ia mengaku momen Harbolnas menjadi alternatif untuk menghemat anggaran belanja, Agatha mengatakan bahwa pembeli memang harus bersabar dan gesit ketika ingin melakukan pembelian.
"Pernah waktu itu saya ikut menunggu flash sale, tapi terlambat karena tiba-tiba barang saya tidak bisa di-check out. Sepertinya aplikasi tersebut bermasalah karena banyak pengguna yang juga melakukan pemesanan di saat yang bersamaan. Padahal ini hanya momen flash sale biasa, apalagi saat Harbolnas di mana semua toko membanting harga habis-habisan. Pernah saya ikut menunggu promo Harbolnas iPhone 12 seharga Rp 1.000. Waktu ingin melakukan check out, tiba-tiba akun saya log out dengan sendirinya," kenangnya sambil berkelakar.
Di sisi lain, Nita seorang pedagang yang menggunakan marketplace untuk menjual bahan-bahan craft, mengatakan dirinya tidak memiliki persiapan khusus menyambut Harbolnas, terutama untuk promo atau potongan harga.
Hal ini dikarenakan ia pribadi rutin memberikan harga khusus bagi pelanggan yang membeli dengan total harga tertentu.
"Saya sebenarnya masih terbilang baru di dunia marketplace, yaitu baru berjalan 4 bulan. Meskipun memang tidak memiliki persiapan tertentu untuk menyambut Harbolnas, tapi saya akui jika penjualan dengan menggunakan marketplace cukup meningkatkan omzet saya khususnya bagi pasar lokal Balikpapan," ujarnya.
Nita mengatakan sejak menggunakan marketplace, ia pernah menjual hingga ke 10 orang pembeli.
"Padahal sebelumnya saya sudah 7 tahun melakoni bisnis ini dengan cara konvensional atau penjualan secara offline. Namun memang hampir jarang ada pembelian dengan jumlah sebanyak itu setiap hari. Jadi kalau saya pribadi merasa sangat terbantu dengan adanya marketplace ini. Bahkan kalaupun ada penambahan biaya yang harus penjual berikan kepada marketplace, menurut saya hal tersebut tidak terlalu besar dan masih bisa ditutup dengan keuntungan yang didapat," jelas Nita.
Hati-hati Penipuan
Selain sebagai pengguna aktif marketplace, Agatha mengatakan bahwa ia pernah menggunakan jasa salah salah satu marketplace untuk menjual iPod secondhand miliknya.
Sayangnya, saat itu ia harus tertipu dan mengalami kerugian senilai Rp 700 ribu.
"Saat itu penipuan dengan menggunakan kode OTP tidak terlalu banyak seperti saat ini, jadi memang informasi mengenai penipuan dengan modus tersebut tidak begitu diketahui oleh masyarakat," kenangnya.
Ia menceritakan saat menjual Ipod tersebut penipu itu mengatakan bahwa dirinya telah mengirimkan uang, namun Agatha harus terlebih dahulu memberikan kode OTP yang masuk melalui SMS ke ponselnya.
"Saat itu saya mengirimkan kode OTP dan tiba-tiba saldo saya berkurang. Penipu itu sempat menenangkan saya dan mengatakan bahwa ada cara untuk mengembalikan dana tersebut. Ia bahkan sempat mengirimkan foto KTPnya kepada saya, namun karena takut ditipu lebih jauh akhirnya saya memutuskan untuk merelakan uang tersebut," jelasnya.
Sejak saat itu Agatha mengaku dirinya sedikit trauma untuk menggunakan marketplace untuk menjual barang preloved-nya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/belanja-saat-harbolnas.jpg)