Berita Samarinda Terkini
Kelangkaan Solar, Asosiasi Angkutan Logistik Minta Solusi Walikota Samarinda
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Logistik Forwarded Indonesia (ALFI) Samarinda, menemui Walikota Samarinda, Andi Harun
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Logistik Forwarded Indonesia (ALFI) Samarinda, menemui Walikota Samarinda, Andi Harun pada Selasa (7/9/2021).
DPC ALFI Samarinda menemui walikota untuk membahas permasalahan kelangkaan bahan bakar solar yang dihadapi oleh pengemudi angkutan logistik.
Langkanya solar itu mengakibatkan antrean kendaraan angkutan di beberapa SPBU di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yang juga berimbas pada kelancaran lalu lintas kendaraan lainnya.
Dikatakan oleh ketua DPC ALFI Samarinda, Muhammad Gobel, bahwa laporan dari rekan angkutan logistik harus mengantre selama dua malam untuk mendapatkan bahan bakar solar.
Baca juga: Tanam Investasi Rp 71 Miliar, Perusahaan Australia Ini Bakal Sulap Sampah di Bontang Jadi Bio Solar
Baca juga: Antrean di SPBU Samarinda Seberang, Ada Indikasi Mobil Pengetap, Sopir Keluhkan Sulit Dapat Solar
Baca juga: Kasus Cek Kosong yang Libatkan Hasanuddin Masud, Berawal dari Bisnis Perhiasan dan Solar
"Kami mengindikasikan beberapa penyebab kondisi ini yaitu ada pihak-pihak yang melakukan penyelewengan karena ada disparitas harga yang cukup jauh antara Solar bersubsidi dengan yang tidak bersubsidi," terang Gobel kepada TribunKaltim.co usai pertemuan tersebut.
Diketahui untuk Solar bersubsidi saat ini berada pada harga Rp 5.100, sedangkan untuk yang tidak bersubsidi dikatakan di atas Rp 9.000.
Maka dari itu pihak DPC ALFI Samarinda meminta solusi kepada Walikota Andi Harun, termasuk opsi pembangunan SPBU di kawasan Palaran yang diperuntukkan khusus angkutan logistik.
"Kita minta diatur pengisian bahan untuk angkutan logistik dari pelabuhan Palaran dialihkan ke Samarinda Seberang, tentunya dengan pertimbangan dari pak walikota melalui pihak Pertamina," lanjut Gobel.
"Kami peduli dengan kelancaran lalu lintas kota, tetapi mau tidak mau harus mengantre seperti itu untuk mendapatkan bahan bakar Solar," tukasnya.
Sementara itu, Walikota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pemkot akan berkoordinasi dengan Pertamina terkait kemungkinan-kemungkinan solusi yang dapat diberikan terkait persoalan tersebut.
Untuk sementara walikota Andi Harun berkomunikasi dengan Pertamina agar disediakan waktu pengisian bahan bakar bagi angkutan logistik bisa diatur dari pukul 02.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi.
"Sudah ada juga rencana jangka panjang nya kalau memungkinkan dibangunkan SPBU di Palaran, akan kita kaji, kita tunggu rekomendasinya dari Pertamina," ucap Andi Harun saat dikonfirmasi.
Andi Harun pun tak menyangkal jika memang ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari disparitas harga solar bersubsidi tersebut.
"Tapi sekarang modusnya kan mereka membawa mobil ke SPBU, jadi hampir tidak bisa dibedakan mana yang pengetap dan yang tidak," ujarnya.
Terkait harga solar yang diperuntukkan bagi angkutan logistik agar tetap dapat diberikan Solar yang bersubsidi, Andi Harun mengemukakan akan mengupayakan itu.
Namun ia mengatakan bahwa pemkot tetap memperhatikan kondisi masyarakat secara umum agar harga BBM tetap dapat terkendali dan terhindar dari inflasi.
"Kita tetap perhatikan masyarakat yang lain seperti angkutan sayuran dan sebagainya, kita tidak mungkin mengambil kebijakan secara tergesa-gesa dalam hal ini agar inflasi, tetap terkendali," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/usai-bertemu-dengan-walikota.jpg)