Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Polres Tarakan Bongkar Kasus Vaksinasi Berbayar, Libatkan Oknum PNS Diduga sebagai Calo

Polres Tarakan merilis pengungkapan kasus vaksinasi berbayar yang diduga dilakukan salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instan

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Rilis Polres Tarakan terkait pengungkapan kasus vaksinasi berbayar yang melibatkan salah seorang PNS di salah satu instansi vertikal diduga sebagai calo. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKANPolres Tarakan merilis pengungkapan kasus vaksinasi berbayar yang diduga dilakukan salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi vertikal penyedia layanan vaksinasi di Kota Tarakan.

Rilis pengungkapan kasus tersebut digelar Rabu (8/9/2021), menghadirkan oknum PNS diduga sebagai pelaku.

Oknum PNS tersebut berinisial VD.

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan satu orang, di mana orang tersebut berdinas di salah satu instansi yang bergerak di bidang kesehatan yang ada di Kota Tarakan.

Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan pelaku VD, yang bersangkutan bekerja di salah satu instansi memiliki akses kesehatan terkait pelaksanaan vaksinasi.

Baca juga: Polres Tarakan Gelar Vaksinasi Serentak, Sasar Santri dan Tenaga Pengajar, Ajak Warga Penuhi Kuota

Baca juga: Polres Tarakan Ungkap PCR dan Surat Jalan Diduga Palsu, Dua Pelaku Diamankan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Serentak Polres Tarakan, Sasar Warga Panti dan Rumah Ibadah

“Statusnya PNS. Dia bukan termasuk personel Satgas, tapi yang bersangkutan sebagai pegawai negeri berdinas di salah satu instansi. Punya akses vaksinasi di instansi tersebut. Karena dari pemerintah pusat juga mengalokasikan jatah ke beberapa instansi,” jelas Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, yang bersangkutan membaca peluang mengingat salah satu persyaratan keberangkatan bagi pelaku perjalanan, yakni harus ada kartu vaksin.

“Yang bersangkutan ini membaca peluang untuk bermain dengan peluang tersebut. Kemudian menawarkannya dalam bentuk satu paket,” jelasnya.

Ia megatakan, padahal vaksin selama ini digratiskan dan diberikan pemerintah untuk masyarakat.

Namun yang bersangkutan memanfaatkan peluang tersebut untuk meraup keuntungan pribadi.

Adapun status pelaku adalah PNS yang berdinas di salah satu instansi pusat di Kota Tarakan.

Baca juga: Pelaku Perampokan Nu Store Akhirnya Diringkus Satreskrim Polres Tarakan

“Jadi bertugas sebagai PNS di instansi vertikal dan cabangnya di Tarakan. Jadi bukan PNS Tarakan,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved