Berita Kubar Terkini
Kabupaten Kutai Barat Raih Prestasi TPID Award 2020
Kabupaten Kutai Barat (Kubar) meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Berprestasi 2020 tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Kaltim
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kabupaten Kutai Barat (Kubar) meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Berprestasi 2020 tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Kaltim, pada TPID Awards 2020.
Penghargaan diserahkan Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal, Ferry Irawan, di Ruang Ruang Ruhuy Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Jumat (10/9/2021).
Acara dihadiri, Sekprov Kaltim Muhammad Sabani, Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso dan pejabat lainnya.
Wabup Kubar Edyanto Arkan mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil upaya pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat Kubar dalam menjaga kestabilan antara supply (penawaran) dan demand (permintaan), khususnya untuk kebutuhan-kebutuhan pokok sebagai indikator di dalam penilaian dari inflasi daerah.
“Masyarakat bersama pemerintah berhasil menjaga kestabilan dari pada supply dan demand-nya, sehingga harga-harga cukup stabil di wilayah Kubar,” kata Wabup, usai penyerahan penghargaan TPID Awards 2020 di Samarinda.
Baca juga: Indeks Harga Konsumen Terbaik di Kalimantan, Samarinda Dapatkan Penghargaan TPID
Baca juga: Perwakilan Menko Perekonomian Serahkan Penghargaan TPID Awards ke Wawali Samarinda dan Wabup Kubar
Baca juga: Kubar Raih Penghargaan TPID Kabupaten Berprestasi, Kategori Peningkatan Produktivitas Pertanian
Wabup menambahkan, hal ini tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan rangkaian upaya yang stimulus yang dilakukan pemerintah dan masyarakat. Untuk itulah upaya ini terus dijaga dan dipertahankan.
“Kita bukan penghargaannya, tetapi bagaimana manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat, dimana ada kestabilan harga, baik ditingkat grosir maupun eceran sudah dapat merasakan seperti, misalnya harga bahan pokok,” ucapnya.
Dia akui, kita membeli harga bahan pokok itu, pada awal Januari sampai Desember 2020, harganya pun tidak terlalu jauh berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan gejolak-gejolak harga.
Itu bisa terjadi apabila supply nya cukup dan untuk memenuhi demand. Apabila supply nya mengecil demandnya masih besar itu akan terjadi inflasi yang tinggi.
Untuk itu, semua masyarakat, pemerintah dan perangkat daerah mari bersama-sama menjaganya, baik itu transportasinya maupun produksi hasil pertaniannya dan para pedagang.
Para pedagang pun diharapkan memberikan kontribusi dan tidak ada penumpukan-penumpukan. “Tetapi akan menyalurkan semua barangnya ke pasaran yang diperlukan masyarakat,”ujarnya. (hms6/adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penghargaan-tpid-kaltim.jpg)